Powered By Blogger

Rabu, 16 Februari 2022

Tren Sepeda untuk Kehidupan Normal Baru

 Sepeda belakangan naik pamor menjadi tren perbincangan hangat di dunia. Pasalnya banyak negara mengusulkan moda transportasi ramah lingkungan ini menjadi alat angkut utama kehidupan normal baru setelah pandemi COVID-19 hingga nanti vaksin ditemukan. Wow, sebuah kemajuan untuk pemeliharaan lingkungan berkelanjutan.

COVID-19 dan social distancing ternyata mempunyai efek positif tidak terduga, yaitu tingkat polusi udara di dunia berkurang. Siapa yang melewatkan cerahnya langit biru siang hari, mulai dari beberapa minggu setelah distancing dimulai? Sepertinya tidak ada, bukan? Rata-rata, hampir semua menikmati pengalaman menatap deretan awan putih berbaris dan indahnya mentari senja di khatulistiwa. Sesuatu yang jarang ditemui di kota besar, seperti Jakarta. Hal ini ternyata juga terjadi di belahan dunia lainnya, Amerika, Australia, Britania Raya, dll.


Inilah yang menjadi dasar beberapa negara mulai menyisihkan anggaran infrastruktur sepeda, sebagai persiapan memulai kehidupan normal baru. Alasan kuatnya tak lain dan tak bukan adalah mendukung upaya mencegah pandemi gelombang ke-2. Dimana polusi dapat menggangu kesehatan pernapasan dan menurunkan imunitas serta daya tahan tubuh seseorang, yang dihubungkan dengan kerentanan seseorang terhadap COVID-19. Sekaligus juga sebagai pencegahan kerumunan di area tunggu dan dalam transportasi umum.


Dalam hal ini Jakarta boleh berbangga, karena sudah selangkah lebih maju dari negara-negara tersebut. Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan telah menata jalanan ibukota dengan jalur sepeda sejak akhir tahun 2019 lalu. Infrastruktur yang kini sedang disiapkan berbagai negara, Jakarta sudah punya. Asyik kan?! Mari apresiasi pemerintah untuk hal ini. Dengan kesiapan infrastruktur, kita dapat segera mengikuti tren sepeda untuk beraktivitas.


Selain Jakarta, bagaimana dengan kota lain di Indonesia? Menyongsong kehidupan normal baru setelah PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) yang kita harapkan segera berakhir seperti membuka awalan baru. Sebuah milestone yang patut disyukuri. Sudah seharusnya seluruh warga memeliharanya dengan tetap menjaga jarak saat berada di ruang publik, agar tidak terjadi pandemi COVID-19 gelombang ke-2. Salah satu cara tepat, yuk mulai persiapkan sepeda sebagai alternatif transportasi Anda.


Road Bike

Road bike sesuai untuk digunakan pada jalan beraspal atau jalur sepeda. Anatomi sepeda yang aerodinamis, didesain untuk memberikan kemudahan dan kecepatan maksimum berkendara dengan tenaga minimum bagi pengendara. Keunggulan lainnya adalah berat roda dan jari-jari yang ringan, sehingga mendukung berat keseluruhan sepeda ini yang juga terbilang ringan.


Namun hal tersebut bukan tanpa kekurangan. Roda yang terlalu rngan seakan dirasa kurang stabil untuk dibawa menerabas rute nonaspal. Pada kasus tertentu seperti berbentrokan dengan lubang jalan, roda bisa cepat rusak. Selain itu, road bike sebenarnya tidak didesikasikan untuk membawa beban berat. Namun apabila Anda hanya membutuhkannya untuk perjalanan jarak pendek dengan beban ringan seperti belanjaan pasar, road bike masih dapat diandalkan.


Mountain Bike (MTB)

Untuk pemakaian pada medan berat, mountain bike, atau biasa disingkat MTB, bisa jadi pilihan. Keuntungan yang di dapatkan dirasa sepadan. Dilengkapi dengan rem berkekuatan setara dengan sepeda motor, dan biasanya suspensi yang mumpuni untuk menahan guncangan. Kekurangan mountain bike adalah bobot yang berat dengan roda besar. Kategori sepeda mountain bike biasanya banyak tersedia di situr belanja, seperti hokihoki4d.


Hybrid Bike

Nah, bila mengidamkan sepeda dengan kecepatan setara road bike namun sekuat mountain bike untuk tren mendatang, Anda dapat memilih hybrid bike. Ditunjang dengan sadel yang lebih lebar dan setang yang tegak, hybrid bike sangat sempurna untuk dibawa berkeliling kota. Ideal juga untuk dibawa di jalan aspal maupun trek setapak yang biasanya berbatu. Saat hujan, hybrid bike menawarkan performa yang lebih konsisten. Dan beberapa model bahkan dilengkapi dengan keranjang untuk membawa tas atau bebawaan.


Fixie

Fixie atau fixed gear sebenarnya adalah sepeda balap untuk medan velodrome. Namun beberapa komuter menyukainya karena ringan, cepat, dan minim perawatan. Tak heran, fixie juga populer untuk opsi sepeda dalam kota. Kekurangannya hanya satu, fixie adalah tipe sepeda yang mengandalkan kayuhan kaki Anda untuk maju. Sepeda otomatis berhenti dengan sendirinya saat kaki Anda tak menyentuh pedal. Jika Anda tidak masalah dengan hal tersebut, boleh-boleh saja memilih fixie sebagai sepeda Anda.


City Bike

Sudah tahu dong, kalau Amsterdam dan kota Eropa lain terkenal karena kebiasaan penduduknya yang gemar bersepeda. Jenis sepeda tersebut adalah city bikes. City bikes memang didesain khusus untuk kenyamanan penduduk kota. Dimana pengendara wanita dapat tetap mengenakan rok, karena terdapat papan pelindung pada jari-jari roda serta pada rantai sepeda, plus lampu built-in untuk penerangan saat digunakan sore atau menjelang malam hari. Sadelnya juga nyaman, sempurna untuk memantau kondisi jalan dari balik setang. Sayangnya, city bikes cenderung bergerak lambat.


E-Bike

E-bike atau Electric bike sempat populer beberapa waktu lalu di Indonesia. Brand seperti Selis mengusung konsep ini. Sangat mudah digunakan, karena ada motor penggeraknya. Walaupun mesin e-bike tidak seperti mesin sepeda motor, ada baiknya Anda tetap melengkapi sesi berkendara dengan helm. Pasalnya, kecepatan e-bike bisa hampir setara kecepatan sepeda motor. Sisi menyenangkannya, bila Anda menggunakan e-bike untuk bike to work, dijamin, keringat akan jauh berkurang dan Anda bisa bekerja dengan lebih percaya diri. Bagaimana?


Folding Bike

Satu lagi pilihan untuk bike to work adalah sepeda lipat, yang memang sudah menjamur saat ini. Sesuai dengan namanya, sepeda lipat dirancang dengan body yang dapat disederhanakan demi kemudahan dalam penyimpanan. Bila rumah Anda tidak luas dan garasi terbatas, sepeda lipat adalah jenis yang paling cocok untuk Anda. Jangan lupa selalu mengenakan helm saat bersepeda untuk memperkecil risiko cedera kepala. Karena sepeda lipat memiliki roda yang kecil, sehingga seringkali tidak stabil saat melindas lubang jalan.


Touring Bike

Tipe touring bike dapat Anda pilih jika menginginkan sepeda yang dapat Anda pakai sekaligus untuk hobi touring ke luar kota. Touring bike terkenal dengan keunggulannya tahan terhadap cuaca dan aneka medan, serta kemampuannya untuk menopang bawaan berat. Pilihan yang sempurna untuk opsi jalan-jalan pascapandemi, bukan?


Adult Tricycle

Memiliki orangtua yang masih segar dan fit? Saatnya menghadiahkan mereka sepeda roda tiga untuk opsi berkelana di sekitar tempat tinggal. Sepeda ini sangat nyaman, prima dalam menjaga keseimbangan. Dan yang pasti, banyak ide yang bisa tercipta dengan hadirnya sepeda roda tiga di garasi mereka. Seperti lebih mudahnya bagi mereka membagikan bantuan kepada tetangga yang terkena PHK, dll.


Kids Bike

Anak-anak Anda pun perlu memiliki sepedanya sendiri. Masih ingatkah Anda akan kenangan belajar sepeda pertama kali? Yuk, teruskan tren sepeda tersebut kepada Si Kecil. Jatuh-bangun tak apa, asal bisa menikmati dan mensyukuri indahnya bermain di luar, bukan #dirumahaja. Sambil terus tetap mengajari mereka hidup berdamai dengan virus corona tentunya.

0 komentar:

Posting Komentar

Related image