Powered By Blogger

Selasa, 30 November 2021

Benarkah Diet Rendah Gula adalah Pencegahan Virus Corona yang efektif

 Salah satu pencegahan virus covid yang saat ini tengah populer di tengah masyarakat adalah dengan melakukan diet rendah gula.

Alasannya dengan mengurangi asupan gula yang dengan batasan tertentu setiap harinya, dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh. Serta mengurangi risiko penyakit berbahaya yang bisa muncul seperti diabetes.


Meski pengaruhnya tidak sebanding dengan melakukan social distancing dalam mengatasi penyebaran Covid-19, menjaga kesehatan tubuh menjadi satu cara untuk melindungi diri dari penularan virus berbahaya.


Namun untuk melihat lebih jauh mengenai efektifitas diet rendah gula sebagai pencegahan virus Corona, dan memahami benar apakah melakukan jenis diet ini memiliki hubungan dengan virus sars cov 2. nation4dvip akan memberikan informasi selengkapnya berdasarkan sumber terpercaya


Pengertian diet rendah gula

Diet rendah gula adalah mengganti sumber energi tubuh yang bersumber dari karbohidrat, dengan mengonsumsi lemak tak jenuh dan protein yang baik untuk tubuh. Dalam hal ini gula dapat bersumber dari jenis makanan yang beragam seperti biji-bijian, buah atau sayur sekalipun.


Makan makanan di atas bukan saja mengandung gula alami. Tapi juga tinggi serat, sekaligus baik untuk kesehatan pencernaan.


Akan tetapi selalu perhatikan setiap asupan nutrisi harian dengan seksama. Karena sumber makanan yang baik, juga bisa membuat kadar gula dalam darah menjadi tinggi jika dikonsumsi secara berlebihan. Terutama pada pasien Diabetes.


Apakah ada hubungan antara makan gula dalam makanan dan COVID-19?

Menurut laman health desk diet yang bervariasi dan seimbang termasuk buah-buahan dan sayuran memang membantu mendukung sistem kekebalan tubuh secara umum.


Namun belum ada bukti kuat yang menunjukkan dengan melakukan diet khusus, mengonsumsi makanan tertentu atau mengonsumsi suplemen vitamin, mineral, dan obat herbal akan mencegah, mengobati, atau menyembuhkan COVID-19.


Sementara itu penelitian lain menunjukan jika pasien Covid-19 yang memiliki riwayat diabetes tipe melitus, mendapatkan hasil tes kesehatan yang lebih baik jika menjaga kadar gula darah dalam kisaran normal.


Dari hasil inilah menunjukan kalau penderita diabetes melitus, harus mengontrol asupan karbohidrat dan membatasi gula. Juga harus rajin berolahraga dan rutin mengonsumsi obat-obatan.


Selain itu tentunya harus melakukan tes kadar gula darah secara rutin untuk bisa memantau kesehatan setiap harinya meskipun tanpa bantuan tenaga medis, terlebih jika kamu sedang melakukan isolasi mandiri.


Untuk itu miliki produk kesehatan Sowell yang memiliki kualitas terbaik dan memberikan hasil akurasi yang tinggi. Selain itu alat pengukur gula darah ini juga memiliki fitur canggih serta memori penyimpanan yang besar.


Alat cek gula darah ini sudah memiliki Izin Edar Produk Alat Kesehatan AKL 20101123251. serta memiliki jangkauan hematokrit 30-60 dan rentang pengukuran 1.1mmol / L-33.3mmol / L 20-600mg / dl.


Fitur lainnya pada alat yang memiliki dimensi  8.5 x 5.5 x 1.5 cm, yaitu memiliki waktu pengukuran yang cepat yaitu hanya 8 detik saja. Serta 2 tahun garansi mesin. Dapatkan produk kesehatan dari Sowell hanya melalui satu platform terpercaya yaitu nation4dvip.


Rekomendasi batas gula saat diet menurut pakar kesehatan

1 . Dr. Drew Ramsay Yang dilansir dari Independent, mengatakan otak membutuhkan 400 kalori glukosa setiap harinya. Agar bisa mendapatkan pemenuhan asupan gula orang dewasa cukup mengonsumsi gula 30 gram sehari atau sekitar 7 dadu gula.


2. Sedangkan menurut WHO Organisasi Kesehatan Dunia menyarankan bahwa orang dewasa dan anak-anak membatasi asupan harian gula tambahan kurang dari 10% dari total kalori (sekitar 50 gram atau sekitar 12 sendok teh). Hal ini penting untuk mencegah kelebihan berat badan, diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan gigi berlubang.


Lebih lajut WHO mengatakan jika terdapat manfaat kesehatan yang lebih baik bagi orang yang dapat mengurangi asupannya hingga kurang dari 5% (sekitar 25 gram atau sekitar 6 sendok teh) per hari.

3. Organisasi kesehatan terkemuka lainnya termasuk American Heart Association merekomendasikan pengurangan gula tambahan (tidak lebih dari 9 sendok teh atau 36 gram gula per hari untuk pria; tidak lebih dari 6 sendok teh atau 25 gram per hari untuk wanita).


Makanan dan minuman yang merupakan sumber gula alami dan tambahan

Ada banyak jenis gula yang digunakan dalam persiapan dan pengolahan makanan, baik itu alami dan merupakan gula tambahan


Gula adalah bagian alami dari semua makanan yang mengandung karbohidrat, termasuk buah-buahan, sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan dan polong-polongan, serta produk susu.


Semua makanan ini adalah bagian dari diet seimbang, yang bersumber dari makanan utuh yang mengandung gula alami. Sehingga dapat mendukung pola hidup sehat sekaligus membantu penurunan berat badan.


Hindari makanan yang mengandung indeks glikemik tinggi karena dapat meningkatkan kadar insulin dalam darah secara signifikan.


Ada juga sumber gula lainnya sering disebut gula “tersembunyi” karena termasuk dalam makanan olahan namun sulit ditemukan pada label makanan tersebut.


Misalnya minuman soda, produk susu, jus hingga makanan olahan atau kemasan seperti produk sereal, buah kering manis, saus dan bumbu seperti saus tomat atau saus salad, makanan ringan dan permen.


Melihat fakta di atas bukan berarti kamu tidak boleh mengonsumsi gula sama sekali loh! Cukup batasi dan bijak memilih asupan harian saja.


Lalu apa yang terjadi jika tidak makan gula sama sekali?  tubuh akan mengalami kekurangan energi, serta menghambat kerja organ-organ tubuh.


Namun jika mengonsumsinya secara berlebihan maka dapat meningkatkan risiko terjadinya berbagai penyakit seperti jantung, obesitas, dan diabetes tipe 2 pun tentu meningkat. Untuk itu batasi asupan gula harian dengan sewajarnya.

0 komentar:

Posting Komentar

Related image