Powered By Blogger

Selasa, 08 Juni 2021

5 Fakta Jembatan Suramadu, Awet Hingga Seratus Tahun!

 


Menjadi jembatan terpanjang di Indonesia, Jembatan Suramadu langsung mendapat rekor dari Museum Rekor Indonesia. Jembatan ini juga bisa diklaim sebagai jembatan terroyal karena biaya pembangunannya mencapai Rp5,5 triliun lebih loh, Sahabat!


Yang kita semua tahu, Jembatan Suramadu dibangun hampir tujuh tahun, kan? Pembangunan berlangsung dari tahun 2003 hingga 2009, dari masa periode Presiden Megawati hingga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.


Akan tetapi, tahukah kalian bahwa sebenarnya jembatan ini sudah dicetuskan ide pembangunannya sejak masa pemerintahan presiden pertama Indonesia? Pasti belum banyak yang tahu, kan? Nah, yuk simak fakta-fakta unik tentang Jembatan Suramadu berikut ini agar kita bisa mengenal Jembatan Suramadu lebih dekat lagi.


Pencetus Ide: Prof. Dr. Sedyatmo

Ide pembangunan jembatan yang menghubungkan antar pulau digawangi oleh Prof. Dr. Sedyatmo, salah satu insinyur sipil Indonesia. Beliau terkenal sebagai penemu dan pengembang pondasi cakar ayam yang sekarang digunakan untuk membangun setiap rumah dan gedung di Indonesia. Ide untuk membangun jembatan yang menghubungkan antarpulau tersebut pertama kali terlintan tahun 1960-an yang kemudian ia mulai membuat uji coba desain di ITB tahun 1965.


Pembangunan Tersendat karena Krisis Moneter

Presiden Soeharto menerima usulan untuk pembangunan jembatan yang kemudian diberi nama proyek Tri Nusa Bima Sakti karena dimaksudkan membangun jembatan yang menghubungkan Sumatra, Jawa, dan Bali. Ide itu diseriusi pada Juni 1986 dengan digawangi oleh BJ Habibie sebagai Menteri Riset dan Teknologi. Namun, ketika tahun 1997 mulai mengalami krisis moneter, pembangunan jembatan menjadi mangkrak. Pembangunan mulai dilirik lagi sejak tahun 2001 oleh pemerintah Provinsi Jawa Timur kemudian diberi lampu hijau oleh pemerintah pusat melalui Keppres Nomor 79 tahun 2003.


Diresmikan oleh Dua Presiden

Presiden Megawati meresmikan pembangunan awal Jembatan Suramadu pada 2003 dan diresmikan setelah selesai terbangun sehingga bisa diakses oleh umum pada 2009 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.


Tanggal 19 November 2005 juga diadakan acara seremonial bertajuk Start Up Ceremony Main Span Project of Suramadu Bridge oleh Menteri Pekerjaan Umum, Joko Kirmanto, dengan pihak Tiongkok sebagai investor pembangunan jembatan. Acara tersebut diadakan sebagai penanda dimulainya aktivitas pembangunan bentang tengah Jembatan Suramadu.


Kokoh hingga Dua Puluh Periode Pemerintahan

Dirancang oleh orang-orang jenius Indonesia, konstruksi bangunan Jembatan Suramadu diperkirakan kokoh hingga seratus tahun lamanya atau setara dengan dua puluh kali periode pemerintahan Indonesia. Semua itu bisa dicapai karena menggunakan sistem pemantauan bernama Ketahanan Struktur Jembatan. Melalui situs Kementerian Pekerjaan Umum, semua data-data akurat terkait struktur jembatan.


Wah, panjang umur sekali jembatannya ya, Sahabat. Anak cucu kita bisa melihatnya, deh!


Menjadi Ikon Festival Wisata

Selain sebagai jembatan penyeberangan yang memudahkan akses masyarakat dari wilayah Pulau Jawa ke Pulau Madura, Jembatan Suramadu juga terkenal sebagai ikon khas Surabaya-Madura loh, Sahabat! Sejak jembatan tersebut diresmikan, banyak masyarakat yang berbondong ke sana untuk mengambil potret jembatan.


Mengambil kesempatan itu, sejak Mei 2017, pemerintah mengadakan Festival Suramadu. Menarik banyak minat masyarakat, festival tersebut berisi lomba olahraga, seni, budaya, hingga kulinar. Seru banget!


Nah, mengetahui lima fakta tersebut, jadi pengin berkunjung ke sana deh! Jika kalian berkesempatan berwisata ke Jembatan Suramadu, jangan sampai berswafoto di jalan dengan turun dari kendaraan ya karena bisa kena denda. Cukup memotret dari jarak yang aman tanpa menghambat laju lalu lintas.


0 komentar:

Posting Komentar

Related image