Powered By Blogger

Rabu, 25 Desember 2019

6 Cara Memperbesar Penis: Teknik Alami Hingga Prosedur Medis

Ada berbagai metode yang diklaim dapat memperbesar penis, mulai dari penggunaan suplemen, teknik pijat, vakum pembesar, hingga dengan operasi. Yuk, cari tahu metode mana yang efektif dan terbukti secara medis dapat memperbesar penis.

Bagi kebanyakan pria, besarnya ukuran penis bisa menunjukkan sifat maskulin serta sebagai simbol kejantanan, kesuburan, kekuatan, kemampuan, dan keberanian. Hal ini yang kemudian membuat sebagian pria terobsesi memperbesar penis, meskipun sebenarnya ukuran Mr.P mereka sudah tergolong normal.

6 Cara Memperbesar Penis: Teknik Alami Hingga Prosedur Medis - Alodokter

Berdasarkan hasil penelitian, ukuran penis pria bervariasi tergantung pada faktor genetik, ras dan suku bangsa. Rata-rata ukuran normal penis saat tidak ereksi sekitar 6,5-8 cm, sedangkan saat ereksi sekitar 13-15 cm. Ukuran penis disebut tidak normal atau mikropenis jika saat ereksi ukurannya sekitar 7,5 cm.

Berbagai Cara Membesarkan Penis

Banyak program, teknik, hingga produk pembesar penis yang beredar di pasaran dengan iming-iming hasil yang memuaskan. Namun secara medis, klaim tersebut belum tentu terbukti efektif.

Berikut ini adalah sejumlah metode yang biasa digunakan untuk membesarkan penis, beserta penjelasan medis tentang efektifitas dan keamanannya:


1. Menurunkan berat badan


Metode ini tergolong aman dan efektif membuat ukuran penis terlihat lebih besar. Hal ini karena berat badan berlebih membuat timbunan lemak di sekitarnya menutupi alat kelamin, sehingga penis terlihat lebih kecil. Dengan mengurangi berat badan maka batang penis akan lebih terlihat, sehingga ukurannya tampak lebih besar.

2. Jelqing

Jelqing adalah metode untuk meningkatkan ukuran penis secara alami. Teknik ini dilakukan dengan mengandalkan gerakan ibu jari dan telunjuk seperti memijat atau memerah susu sapi, yaitu mendorong jari dari pangkal penis hingga ke kepala penis secara berulang.

Walaupun cukup aman, metode ini dapat menyebabkan nyeri, iritasi, cedera, atau pembentukan jaringan parut jika Anda terlalu sering melakukannya. Efektivitias teknik ini dalam memperbesar penis pun belum terbukti secara medis. Karena itu, sebaiknya berhati-hatilah sebelum melakukan teknik ini untuk memperbesar penis

3. Vakum pembesar

Ini merupakan salah satu produk pembesar penis yang banyak dijual di pasaran. Vakum (tabung pengisap udara) ini bekerja dengan cara menarik darah lebih banyak dan membuat penis tegak dan sedikit membesar. Lalu, cincin ketat dipasang untuk menjepit penis agar darah tidak kembali ke dalam tubuh Anda.

Sayangnya metode ini hanya membuat penis membesar dan panjang untuk sementara waktu, serta hanya efektif selama cincin dipasang. Selain itu, pembuluh darah bisa pecah dan menyebabkan kerusakan jaringan jika dipakai lebih dari 20-30 menit.

Metode memperbesar penis dengan vakum pembesar banyak digunakan untuk mengatasi masalah disfungsi ereksi. Namun, penggunaan alat ini belum terbukti efektif dalam menambah ukuran penis.

4. Suplemen dan krim

Beberapa produk suplemen dan krim yang mengandung vitamin, mineral, herbal atau hormon mengklaim dapat memperbesar penis. Sebagian besar kandungan pada produk tersebut bekerja dengan cara meningkatkan aliran darah ke penis dan membuat penis ereksi. Namun hal ini tidak benar-benar membuat penis lebih panjang dan besar.

Fakta lainnya, klaim produk-produk tersebut belum banyak terbukti efektivitasnya dalam penelitian secara klinis. Beberapa produk suplemen bahkan memiliki kandungan obat golongan sildenafil yang berbahaya jika dikonsumsi oleh pria dengan penyakit jantung.

Begitu juga dengan penggunaan krim pembesar penis, tidak ada bukti klinis yang menunjukan krim-krim tersebut dapat meningkatkan ukuran penis. Sebagian produk bahkan berpotensi menyebabkan efek samping seperti alergi atau iritasi kulit penis.

5. Alat pemanjang penis

Pada teknik ini, pemberat atau rangka pemanjang dipasang pada penis yang masih lunak atau belum ereksi untuk menarik atau merenggangkannya. Hasilnya, panjang penis rata-rata meningkat lebih dari 1,5 cm setelah tiga bulan pemakaian. Namun ada penelitan yang mengungkapkan jika teknik ini hanya berhasil dilakukan pada pria yang menderita penyakit Peyronie.

Diperlukan lebih banyak penelitian untuk mengetahui seberapa kuat dan efektif alat ini. Lagi pula, alat ini belum disetujui oleh BPOM Indonesia bahkan beberapa instansi serupa di luar negeri.

Bisa jadi alat ini tidak nyaman digunakan dan menimbulkan efek samping, seperti memar, kerusakan saraf, atau pembekuan darah di penis akibat terlalu banyak peregangan.

6. Operasi penis

Prosedur operasi memperbesar penis sendiri terbagi menjadi dua, yaitu:

Operasi memperbesar lingkar penis

Operasi ini dilakukan untuk meningkatkan diameter penis dengan menyuntikkan lemak yang diambil dari bagian tubuh lain ke dalam penis. Efek samping operasi ini bisa menyebabkan komplikasi berupa terbentuknya jaringan parut, infeksi, nyeri, dan bengkak.

Operasi memanjangkan penis

Teknik yang paling umum digunakan ini dilakukan dengan memotong ligamen yang menghubungkan penis dan tulang kemaluan. Lalu, kulit pada pangkal penis dicangkok agar panjang penis bertambah.
Operasi ini rata-rata akan menambah panjang penis sebanyak 1-2 cm saat tidak ereksi, tapi ukuran penis saat ereksi akan sama. Sayangnya, operasi ini dapat memengaruhi kemampuan ereksi menjadi tidak stabil, sehingga dapat menyebabkan ketidaknyamanan dalam berhubungan seks.
Selain operasi, ada juga metode lain untuk memperbesar penis, seperti menggunakan suntikan filler pada penis untuk menambah ukurannya. Akan tetapi, metode ini belum terbukti aman dan efektif.

Memperbesar penis dengan jalan operasi konon menawarkan hasil yang permanen. Namun dari sejumlah studi yang dilakukan, belum ada cukup bukti yang dapat memastikan keamanan dan efektivitasnya.

Tidak ada satu pun metode yang benar-benar efektif dan aman untuk memperbesar penis. Dan ingatlah bahwa sebetulnya kepuasan seksual tidak selalu berkaitan dengan seberapa besar ukuran penis. Namun jika Anda tetap ingin memperbesar Mr. P Anda, sebaiknya konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu.







0 komentar:

Posting Komentar

Related image