Powered By Blogger

Sabtu, 17 Juli 2021

Awas! Penyakit-Penyakit Ayam Lokal Ini Amat Mematikan

 



Ayam lokal merupakan komoditas peternakan potensial yang bisa dikembangkan siapa saja, termasuk para petani pedesaan. Tetapi, kebanyakan budidaya ayam lokal membudidayakannya secara tradisional, semisal dibiarkan berkeliaran di pekarangan rumah dengan pakan ala kadarnya.


Kondisi tersebut menjadikan ayam lokal sangat rawan dan rentan terhadap serangan penyakit hewan menular yang disebabkan virus. Jika kamu ingin beternak ayam lokal atau buras, sebaiknya kenali dulu beberapa penyakit mematikan, seperti dikutip dari sebuah artikel yang diterbitkan oleh Balai penelitian Veteriner (Balitvet) Bogor.


Avian Influenza (AI) atau Flu Burung


Avian Influenza (AI) atau dikenal juga dengan flu burung merupakan penyakit pernafasan dan pencernaan pada ayam yang disebabkan virus influenza tipe A.


Berbagai spesies unggas dapat terserang virus flu burung. Tidak hanya menyerang ayam ras dan lokal, tetapi juga jenis unggas lainnya seperti itik, entok, angsa, burung puyuh, merpati, burung unta, burung merak, dan beo.


Jenis virus flu burung yang sangat ganas atau Highly Pathogenic Avian Influenza (HPAI). Virus flu burung ini bahkan memiliki sifat selalu melakukan evolusi dan dapat menular ke manusia.


Untuk mengendalikan penyakit ini, Balitvet telah mengembangkan prototipe vaksin inaktif AI H5N1 isolat lokal. Vaksin ini diyakini mampu memberikan respon antibodi dan menurunkan ekskresi virus. Saat ini, Balitvet tengah meneliti vaksin kombinasi AI dan ND (Newcastle Disease), untuk memberikan perlindungan sekaligus terhadap serangan AI dan ND.


Penyakit Newcastle Disease (ND) atau Tetelo


Newscastle Disease (ND) merupakan penyakit pernafasan pada unggas yang disebabkan virus dari genus Paramyxovirus. Sampai saat ini Tetelo di Indonesia bersifat endemik. Berdasarkan tingkat patogenisitasnya, penyakit Tetelo terdiri dari 3 macam, yaitu velogenik, mesogenik dan lentogenik.


Penyakit ini kejadiannya terus menerus dengan sebaran yang luas di seluruh Indonesia serta mengakibatkan kematian yang tinggi. Untuk mengendalikan penyakit ini, Balitvet telah menciptakan vaksin ND. Juga vaksin ND aktif-RIVS2, vaksin ND inaktif isolat lokal, vaksin kombinasi NDIBD inaktif isolat lokal. Produk vaksin yang masih dalam pengembangan yaitu vaksin kombinasi ND, IB dan IBD (Infectious Bronchitis).


Infectious Bronchitis (IB)


Infectious Bronchitis (IB) merupakan penyakit pernapasan pada ayam yang bersifat akut, sangat menular. Penyakit ini disebabkan Coronavirus yang mempunyai lebih dari satu serotipe. IB tersebar di pulau Jawa dengan tingkat prevalensi mencapai 40,60 persen.


Data di lapangan menunjukkan bahwa kasus IB masih sering terjadi pada peternakan ayam yang telah rutin melaksanakan program vaksinasi. Ini berarti vaksin yang ada saat ini masih belum efektif dalam mengatasi serangan IB di lapangan.


Untuk mengendalikan penyakit ini, Balitvet telah menciptakan vaksin inaktif IB dari isolat lokal yang sangat efektif untuk mencegah infeksi virus IB pada ayam petelur.


Penyakit Infectious Laryngotracheitis (ILT)


Infectious laryngotracheitis (ILT) yaitu penyakit pernafasan yang disebabkan virus Gallid herpes. Penyakit ini bersifat akut dan sangat menular pada unggas.


Pada kondisi tertentu, virus ini mengakibatkan radang dengan pendarahan hebat pada trakhea disertai adanya gumpalan darah beku. Penimbunan kerak epitel dan gumpalan darah akan menyumbat celah suara sehingga mengakibatkan sesak napas dan terjadi kematian.


Penyakit Marek


Penyakit marek disebut juga fowl paralysis merupakan penyakit infeksius yang sangat menular disebabkan virus herpes onkogenik (penginduksi tumor). Penyakit ini menyerang ayam pada umur 5-35 pekan.


Galur virus yang sangat patogen bersifat akut dan dapat menimbulkan kematian hingga 50 persen terutama pada ayam tertular dan tidak dikebalkan hingga umur 60 minggu. Virus ini juga dapat menyebabkan pembentukan tumor syaraf (neural) dan organ dalam (visceral).


Infectious Bursal Disease (IBD) atau Gumboro


Penyakit Infectious Bursal Disease atau disebut juga Gumboro disebabkan virus dari famili Birnaviridae. Virus ini dapat meningktan angka kematian yang cepat, tergantung pada patogenisitas galur virus Gumboro dan kerentanan unggas. Virus birnaviridae bersifat imunosupresif dan menyusahkan kawanan ayam yang diserang virus dan infeksi sekunder oleh bakteri.


Penyakit Gumboro yang bersifat klinis menyebabkan kematian yang lebih tinggi, sulit dikontrol dan menyebabkan kerugian ekonomi yang besar. Program vaksinasi pada semua breeder ayam ras diwajibkan untuk mendapat kekebalan induk yang cukup pada anak-anak ayam, sehingga dapat menahan ancaman virus Gumboro ganas dari lapangan.


Balai Penelitian Veteriner (Balitvet) telah melakukan penelitian yang menghasilkan beberapa teknologi veteriner untuk mengendalikan penyakit pada unggas, yaitu teknologi diagnosis dan teknologi vaksin. Layanan diagnosis ini telah banyak dimanfaatkan oleh para konsumen, terutama oleh para peternak komersial, baik ayam ras maupun ayam lokal. Namun, para petani masih sangat kurang memanfaatkan layanan ini.

0 komentar:

Posting Komentar

Related image