Powered By Blogger

Rabu, 08 September 2021

Jagoan di Habitatnya, Ini 5 Hewan Tangguh yang Tidak Memiliki Predator

 

Umumnya, secara alami hewan-hewan memiliki mangsa dan predator masing-masing di habitatnya. Walaupun begitu, ada beberapa hewan yang tidak memiliki musuh alami. Ini karena hewan-hewan tersebut memiliki fisik yang tangguh, berbahaya, dan tak terkalahkan, sehingga mereka berada di puncak rantai makanan.

Hewan yang tidak memiliki predator ini disebut sebagai "peak predator" atau predator puncak. Karena tidak memiliki predator dan memiliki banyak pilihan mangsa, predator puncak ini seringkali hidup lebih lama karena mereka akan mati karena usia tua, bukan karena dimangsa.

Dilansir dari laman Discover Wildlife dan Safaris Africana, inilah beberapa hewan tangguh yang tidak memiliki predator alami.

1. Komodo


Komodo adalah kadal terbesar yang masih hidup di dunia, kadal raksasa ini dapat tumbuh hingga sepanjang 3 meter dan berat 160 kilogram. Komodo hanya ditemukan di beberapa pulau di Indonesia, yang berupa hutan kering tropis dan daerah sabana di Komodo, Rinca, Gili Motang, Flores, dan Padar.

Komodo tidak memiliki predator di lingkungannya, dan merupakan predator puncak yang memakan semua jenis daging, seperti kerbau, rusa, babi, dan bahkan dapat membunuh dan memakan manusia. Ini karena air liur komodo mengandung bakteri beracun, yang membuat apa pun yang terkena gigi tajam dan air liur komodo akan mati keracunan dalam waktu 24 jam.

2. Singa


Singa adalah karnivor yang sepenuhnya bergantung pada daging hewan lain untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya. Tubuh singa tidak dapat menghasilkan asam amino yang dibutuhkannya untuk bertahan hidup, sehingga singa harus makan daging.

Singa membutuhkan 5 hingga 7kg daging setiap hari dan diketahui makan setiap 3 hingga 4 hari. Namun, singa bisa bertahan hidup tanpa makanan selama seminggu dan kemudian makan sekitar 50kg daging dalam satu waktu.

Untungnya, singa adalah predator puncak yang dapat berburu banyak mangsa tetapi tidak bisa diburu oleh hewan lain di dalam habitatnya. Inilah yang membuat singa dijuluki sebagai 'raja hutan'. Tapi, meskipun singa adalah predator puncak pola dasar, tetapi tingkat keberhasilan predator ini dalam berburu sangat bergantung pada jumlah singa yang terlibat, di mana semakin banyak singa terlibat, maka tingkat keberhasilan singa dalam mendapatkan buruan juga akan meningkat.

3. Harimau

Harimau adalah anggota terbesar dari keluarga kucing besar Felidae yang hidup di berbagai habitat, seperti hutan hujan, padang rumput, dan rawa. Sayangnya, di sebagian tempat, harimau sudah punah.

Hewan berpola cantik ini merupakan predator puncak rantai makanan dan tidak memiliki predator alami. Kucing besar ini adalah pemburu soliter yang kebanyakan mencari mangsa di malam hari dengan penglihatan nokturnal yang sangat baik. Makanan dari harimau berupa mamalia sedang dan besar, seperti monyet, kelinci, babi hutan, rusa, dan kerbau.

4. Beruang kutub

Beruang kutub adalah karnivor besar dengan berat rata-rata 700 kg dan dapat berdiri setinggi 3 meter dengan kedua kaki belakangnya. Ukuran beruang kutub yang besar membuat mereka menjadi predator puncak yang menakutkan, tanpa musuh alami.

Beruang kutub lahir di darat tetapi menghabiskan sebagian besar hidupnya di es laut untuk mencari makan. Beruang kutub berburu dengan menyergap anjing laut di sarang saljunya atau lewat lubang pernapasan anjing laut, atau dengan menguntit anjing laut di atas es. Kadang juga beruang kutub membunuh paus beluga yang sedang muncul ke permukaan melalui lubang kecil di es di permukaan laut.

Walaupun secara alami beruang kutub merupakan predator puncak yang tidak memiliki musuh, tapi perubahan iklim menyebabkan perubahan signifikan pada luas, kondisi, dan durasi lautan es di seluruh Kutub Utara. Padahal, beruang kutub membutuhkan es laut untuk berburu, dan pengurangan ini menyebabkan lebih sedikit kelahiran dan penurunan tingkat kelangsungan hidup.

5. Buaya air asin

Buaya air asin merupakan reptil hidup terbesar dan paling menakutkan, yang bisa tumbuh hingga lebih dari 7 meter dengan berat mencapai setengah ton. Populasi buaya ini tersebar di sekitar air asin dan air payau di beberapa bagian Asia, Australia, dan India.

Karena ukuran tubuh dan giginya yang ekstrem, maka tak mengherankan jika buaya air asin menjadi predator puncak. Buaya air asin mampu memangsa hewan berukuran besar, seperti kerbau, hiu, dan apa pun yang menyerangnya. Cara buaya air asin memangsa musuhnya juga sangat berbahaya, yaitu menyergap mangsanya dan menenggelamkannya, kemudian mencabik-cabiknya atau langsung menelannya bulat-bulat.

Demikianlah beberapa hewan yang tidak memiliki predator alami. Walaupun begitu, bukan berarti mereka tidak memiliki ancaman untuk punah. Beberapa di antaranya justru sudah berkurang drastis populasinya akibat perburuan liar, menyempitnya habitat, dan perubahan iklim. Jadi, yuk selalu jaga lingkungan untuk membantu kelangsungan hidup mereka dan hewan lainnya.

0 komentar:

Posting Komentar

Related image