Powered By Blogger

Rabu, 08 Januari 2020

Di Vietnam Daging Tikus Dijadikan Makanan Sehari Hari Bahkan Harganya Lebih Mahal dari Daging Ayam



Selain kecoa, hewan lain yang paling ditakuti dan membuat banyak orang jijik adalah tikus.

Bukan tanpa alasan, selain bentuknya, tikus juga diketahui hidup di tempat yang kotor dan kumuh. Sehingga tak heran bila hewan ini dianggap hewan yang menjijikkan.

Tapi, bagaimana jadinya jika hewan menjijikkan ini jadi santapan dan menu hidangan utama?

Ya, ternyata di Vietnam, hewan pengerat ini dijadikan menu hidangan utama mereka.

Bahkan terkadang warga di sana menjadikannya lauk sehari-hari.


Menurut mereka, tikus merupakan sumber protein yang sangat baik.

Hal tersebut pun dibenarkan oleh Robert Corrigan, ahli binatang pengerat di perkotaan dari RMC Pest Management Consulting.

“Hampir semua jaringan otot mamalia pada dasarnya mengandung protein yang sama, baik dari daging sapi atau bahkan kaki tikus,” tuturnya.

Namun, hanya dua jenis tikus yang mereka konsumsi. Yaitu tikus sawah yang memiliki berat setengah pound, dan bandicoot, yang bisa berkembang hingga dua pound, melansir

Dan seiring meningkatnya minat konsumsi tikus di sana, harga daging tikus pun ditaksir dengan harga mahal, melebihi harga ayam.

Seperti daging-daging pada umumnya, daging tikus juga diolah berbagai macam masakan. Mulai dari digoreng, dikukus, direbus, dibakar atau dipanggang.

Sementara cita rasa dari sensasi memakan daging tikus digambarkan seperti sedang memakan ayam atau daging kelinci.

“Orang asing yang mencicipi daging tikus mengatakan bahwa rasanya seperti ayam,” ungkap penangkap tikus yang disebut sebagai Mr. Thy.


“Namun, hewan ini memiliki daging gelap dengan rasa yang lebih tajam.”

“Menurut saya, itu seperti rasa daging kelinci,” tambahnya.

0 komentar:

Posting Komentar

Related image