Powered By Blogger

Rabu, 28 April 2021

Sejarah Lawang Sewu, Wisata Semarang yang Penuh Misteri

 


Lawang Sewu, kamu pasti pernah mendengar gedung satu ini. Beberapa tahun lalu, gedung peninggalan Belanda ini sangat populer terutama di kalangan warga kota Semarang. Bukan hanya karena sejarahnya yang panjang, arsitektur khas kolonial, tapi juga karena kisah-kisah seram yang menghantui gedung peninggalan Belanda ini.


Waktu berlalu, Lawang Sewu kini berubah jadi tempat wisata sejarah. Kamu yang punya rencana mengunjungi Lawang Sewu, berikut ini beberapa sejarah Lawang Sewu yang harus kamu ketahui!


1. Asal usul nama "Lawang Sewu"





Orang-orang mungkin mengenal gedung ini dengan nama Lawang Sewu, tapi tahukah kamu jika itu bukanlah nama asli dari Lawang Sewu. Di awal pembangunannya, bangunan ini bernama Nederlands Indische Spoorweg Maatschappij. Sedangkan dalam bahasa Jawa, Lawang Sewu artinya seribu pintu.


Namun hanya karena namanya "Lawang Sewu", tidak berarti gedung ini benar-benar punya seribu pintu. Faktanya, Lawang Sewu hanya memiliki 429 pintu. Tapi sama seperti kebanyakan gedung Belanda lainnya, Lawang Sewu memiliki banyak jendela besar yang jika dilihat dari jauh akan terlihat seperti pintu. Dan itulah alasannya kenapa orang-orang menyebut gedung ini sebagai "Lawang Sewu".


2. Dulunya, Lawang Sewu merupakan kantor kereta api milik Belanda




Berbeda dengan sekarang, Lawang Sewu dulu merupakan kantor administrasi Indische Spoorweg Maatscappij (NIS) yaitu sebuah perusahaan kereta api swasta asal Netherland. Kantor NIS pertama berada di stasiun Semarang, tapi karena tempat itu tidak mencukupi, pemerintah Belanda akhirnya memutuskan membangun gedung baru.


Pembangunan kantor administrasi Indische Spoorweg Maatscappij (NIS) dimulai pada tahun 1904 dan selesai tahun 1907. Pembangunan diawali dengan penggalian tanah sedalam 4 meter kemudian menggantinya dengan lapisan vulkanis yang membuat bangunan ini jadi antigempa.




3. Selain jadi kantor, Lawang Sewu juga berfungsi sebagai penjara




Di balik hingar-bingar pekerja perusahaan kereta api, Lawang Sewu juga memiliki sisi kelam yang jauh dari kesan sebuah perkantoran. Selain lantai satu dan dua berfungsi sebagai perkantoran, kantor ini juga memiliki ruang bawah tanah dan lantai tiga.


Lantai tiga berupa loteng dan ruang bawah tanah yang berfungsi sebagai penjara bagi para tahanan di masa penjajahan. Ketika Indonesia jatuh ke tangan Jepang, ruang bawah tanah dan loteng ini menjadi penjara paling kejam bagi orang Netherland. 



4. Saksi bisu pertempuran melawan tentara Jepang






Di masa awal kemerdekaan Indonesia, tidak lantas membuat gedung ini jatuh ke tangan Indonesia. Lawang Sewu justru berubah menjadi medan pertempuran antara pemuda Angkatan Muda Kereta Api (AMKA) dengan tentara Kempetai dan Kidobutai dalam peristiwa Pertempuran Lima Hari di Semarang dari tanggal 14 Oktober sampai 19 Oktober 1945. Karena sejarahnya inilah, pemerintah kota Semarang menetapkan Lawang Sewu sebagai gedung warisan sejarah yang wajib dilindungi.


5. Setelah merdeka, Lawang Sewu berubah jadi kantor militer




Setelah merdeka dari Jepang dan Belanda, secara otomatis kantor administrasi kereta api ini jatuh ke tangan Indonesia. Oleh pemerintah, gedung ini kemudian difungsikan sebagai kantor PT.

Kereta Api Indonesia atau KAI. Kemudian beralih fungsi menjadi Kantor Badan Prasarana Komando Daerah Militer dan Kantor Wilayah Kementerian Perhubungan Jawa Tengah sebelum akhirnya dikosongkan pada akhir tahun 90-an.



6. Pernah dinobatkan sebagai salah satu tempat paling angker di Asia





Yang namanya bangunan tua, besar, dan kosong tidak akan lepas dari kisah-kisah misteri. Hal yang sama juga terjadi pada Lawang Sewu. Setelah kosong bertahun-tahun, gedung peninggalan Belanda ini jadi tidak terurus dan terlihat menyeramkan. Tidak heran jika akhirnya beredar banyak kisah mistis yang menghantui Lawang Sewu.

Pada tahun 2013, gedung ini jadi lokasi uji nyali sebuah acara TV dan berakhir dengan meninggalnya salah satu peserta beberapa hari setelah acara berlangsung. Karena horor yang menghantui, gedung ini pernah dinobatkan sebagai bangunan paling menyeramkan kedua di benua Asia lho!




7. Kini, Lawang Sewu berubah jadi tempat wisata





Sempat dinobatkan sebagai bangunan paling angker, kini Lawang Sewu sudah berbenah. Setelah pemugaran dan renovasi yang selesai pada tahun 2011, Lawang Sewu berubah menjadi tempat wisata sejarah. Tidak ada lagi ruangan gelap dengan berbagai penampakan menyeramkan.


Yang ada adalah bangunan indah peninggalan Belanda yang kaya sejarah. Kamu yang ingin berkunjung dan melihat kemegahan Lawang Sewu bisa datang dari pukul 07.00 pagi sampai pukul 21.00 malam. Untuk tiket masuk, pengunjung hanya perlu membayar Rp10.000 untuk dewasa dan Rp5.000 bagi anak-anak. Untuk bisa menjelajahi ruang bawah tanah, kamu harus menyewa tour guide dengan membayar biaya tambahan sebesar Rp30.000.


Nah, itu dia beberapa sejarah Lawang Sewu secara singkat yang harus kamu ketahui. Gimana? Mau berkunjung ke Lawang Sewu?








0 komentar:

Posting Komentar

Related image