Powered By Blogger

Rabu, 05 Februari 2020

Kuliner Nusantara yang Ternyata Tidak Asli Indonesia



Kuliner nusantara adalah salah satu bukti bahwa Indonesia memiliki warisan dalam hal citarasa. Kuliner nusantara bukan saja menjadi penganan khas yang memiliki citarasa yang tinggi, hingganya kuliner nusantara menjadi sangat disukai oleh siapapun yang mencobanya. Hal itu terbukti dengan beberapa kuliner nusantara yang masuk dalam jajaran makanan terenak di dunia.

Kuliner nusantara yang paling dikenal dan masuk dalam jajaran 5 besar makanan terenak di dunia adalah Rendang. Makanan khas Sumatera Barat ini memang memiliki citarasa yang khas dengan bumbu yang kaya anak rempah-rempah. Selain Rendang, masih ada minuman dan kue-kue ringan yang tak kalah nikmatnya.

Bicara tentang kuliner nusantara rasanya kurang afdol kalau tidak berbicara tentang asal-usul atau sejarah si makanan dan minuman itu sendiri. Nyatanya, memang jarang ada orang yang tau mengenai asal-usul atau sejarah kuliner yang mereka konsumsi, termasuk orang Indoensia. Padahal, kuliner nusantara memiliki banyak kisah yang dapat dijadikan sebagai pengungkapan sejarah nusantara di masa lampau.

Tidak semua kuliner nusantara asli Indonesia.

Nyatanya, memang tidak ada yang pernah benar-benar baru di dunia ini, termasuk kuliner. Uniknya, kuliner nusantara merupakan sebuah asimilasi dan kulturasi dari sebuah sejarah masa lalu nusantara. Ada banyak makanan yang sering dikonsumsi yang ternyata merupakan hasil asimilasi atau akulturasi budaya negeri lain yang akhirnya berbaur dan diadaptasi menjadi budaya atau kebiasaan di Indonesia.

Semur dari Smoor


Dari banyaknya kuliner nusantara yang khas dan hampir semua orang makan adalah sebuah makanan dalam bentuk lauk yang bernama Semur. Namun, rasanya hampir jarang ada yang tau bahwa ternyata Semur ini merupakan asimilasi yang awalnya merupakan makanan orang Belanda.

Kata Semur sendiri merupakan bahasa serapan dari Bahasa Belanda, Smoor, yang berarti ‘sebuah cara dalam memasak’, yaitu rebusan atau merebus daging. Smoor yang dikenal sampai saat ini berasal dari dapur-dapur orang Belanda yang sebagian besar dikerjakan oleh kebanyakan orang Indonesia.

Dari pada budak inilah Smoor akhirnya mulai dikenal. Smoor yang awalnya dimasak hanya dengan potongan bawang dan tomat akhirnya menjadi lebih khas nusantara saat ditambahkan dengan lebih banyak bumbu rempah-rempah. Bahkan, dalam sebuah buku masak tertua tahun 1902 yang terbit di Indonesia, Groot Nieuw Volledig Oost-Indisch Kookboek menyatakan bahwa ada 5 resep menu Smoor khas Indonesia.



Soto dari Caudo


Sama halnya dengan Semur, kuliner khas nusantara yang sangat merakyat yaitu soto ini juga merupakan sebuah kuliner nusantara yang terasimilasi sehingga menjadi kuliner nusantara. Menurut asal usul atau sejarahnya, Soto merupakan sebuah makanan khas Tionghoa yang berasal dari kata Caudo yang artinya ‘kuah’. Di Indonesia sendiri, Soto memiliki banyak nama lain mulai dari Tauto, Sroto, Coto, hingga Sauto.


Nastar dari Taart


Nastar pasti menjadi makanan ringan yang akrab dengan orang Indonesia. Nastar yang selalu hadir sebagai kue lebaran ini sebenarnya bukanlah asli Indonesia. Sama seperti Soto dan Semur, Nastar merupakan makanan yang telah terakulturasi dan menjadi khas Indonesia.

Nastar sendiri merupakan makanan khas ringan yang sering dimakan orang-orang Belanda pada sore hari. Kata Nastar berasal dari bahasa Belanda, yaitu Annanash Tart yang berarti ‘kue berbentuk seperti pie yang berisi nanas’. Namun, seiring berjalannya waktu, bentuk Nastar berubah menjadi yang sekarang ini.

Pasalnya, selain 3 kuliner nusantara di atas, nyatanya masih banyak yang merupakan hasil asimilasi dan akulturasi, seperti Somay, Bihun, Gado-Gado, Kue Tart, Kasstengel, Perkedel dan masih banyak lagi. Dari ketiga kuliner nusantara di atas, yang mana yang menjadi favoritmu ?

0 komentar:

Posting Komentar

Related image