Powered By Blogger

Sabtu, 08 Agustus 2020

5 Fakta Sejarah Bom Atom Hiroshima dan Nagasaki pada Perang Dunia II

5 Fakta Sejarah Bom Atom Hiroshima dan Nagasaki pada Perang Dunia II

Pada fase-fase akhir Perang Dunia II atau lebih tepatnya bulan Agustus 1945 yang lalu, dua kota besar di Jepang rata dengan tanah akibat serangan bom atom yang dilancarkan oleh Amerika Serikat.

Serangan bom atom tersebut merupakan serangan bom paling masif yang terjadi selama era Perang Dunia II. Ada ratusan ribu orang tewas akibat serangan tersebut. Bahkan, para ahli sepakat bahwa pengeboman di dua kota itu telah menewaskan lebih dari 300.000 korban jiwa.

Inilah beberapa fakta sejarah mengenai bom atom Hiroshima dan Nagasaki. Yuk, disimak!


1. Apa sebenarnya bom atom itu?

5 Fakta Sejarah Bom Atom Hiroshima dan Nagasaki pada Perang Dunia II

Secara sederhana, bom atom merupakan bom yang meledakkan energi akibat fisi (pembelahan inti) dari molekul atom, yakni neutron dan nukleus, seperti diulas dalam Atomic Heritage. Jika neutron menyerang atau bertemu dengan nukleus, maka nukleus tersebut akan melepaskan energi yang sangat besar dan dapat menghancurkan benda fisik di sekitarnya.

Biasanya, bom atom menggunakan bahan dasar berupa atom dari isotop uranium dan plutonium. Bisa dikatakan bahwa bom atom juga sama dengan bom nuklir, karena sama-sama menggunakan kemampuan pembelahan inti pada molekul atom.

Bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki pada akhir Perang Dunia II lalu, memiliki kekuatan sebesar 20 kilo ton TNT. Kekuatan seperti ini sanggup meratakan kota dengan tanah hanya dalam sekali ledakan. Saat ini, manusia sudah dapat menciptakan bom atom dengan kekuatan 70 mega ton TNT, yang artinya ribuan kali lebih mematikan dibandingkan dengan bom atom Hiroshima dan Nagasaki.

2. Perjanjian Quebec menjadi "surat resmi" Amerika Serikat untuk menggunakan bom atom pada Perang Dunia II

5 Fakta Sejarah Bom Atom Hiroshima dan Nagasaki pada Perang Dunia II

Tentu Amerika Serikat tidak begitu saja menyerang Jepang dengan bom atom. Amerika Serikat berhasil menjatuhkan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki berkat persetujuan dari Britania Raya melalui Perjanjian Quebec yang ditandatangani pada 1943.

Perjanjian Quebec adalah sebuah perjanjian yang dilakukan oleh beberapa negara sekutu, terutama Amerika Serikat dan Inggris. Pada dasarnya, perjanjian tersebut berisi tentang kerja sama di bidang nuklir dan peruntukannya dalam periode Perang Dunia II.

Seperti dicatat dalam Nuclear Files, Perjanjian Quebec ditandatangani oleh presiden Amerika, Franklin D. Roosevelt dan perdana menteri Britania Raya, Sir Winston S. Churcill. Perjanjian tersebut juga menyatakan bahwa dalam kondisi tertentu, negara-negara sekutu dapat menggunakan sumber daya terbaiknya untuk bertahan dan menyerang.

3. Pengeboman Hiroshima dan Nagasaki adalah klimaks dari Perang Pasifik antara Amerika dan Jepang

5 Fakta Sejarah Bom Atom Hiroshima dan Nagasaki pada Perang Dunia II

Peristiwa bom atom Hiroshima dan Nagasaki tidak terjadi begitu saja. Ada alasan kuat mengapa Amerika Serikat sampai begitu tega menghancurkan dua kota besar di Jepang tersebut. Salah satu pemicunya adalah Perang Pasifik yang terjadi pada 1937 hingga 1945. Perang Pasifik sendiri merupakan salah satu bagian penting dari Perang Dunia II.

Pada 1941, Jepang dengan teknologi perang yang disegani di Asia telah menyerang Amerika Serikat dan banyak negara anggota Britania Raya lainnya. Serangan Jepang ke Amerika Serikat dikenal sebagai peristiwa Pearl Harbor. Kala itu, Amerika dan sekutu cukup dikejutkan oleh serangan Jepang.

Jepang sendiri masih menyimpan sakit hati akibat Perang Dunia I, di mana akibat perang tersebut, tatanan dunia—termasuk Asia—cenderung dikuasai oleh pihak barat dan aliansinya. Dengan semangat juang tinggi dan rasa gengsi yang cukup besar, Jepang memberanikan diri untuk lebih aktif dalam Perang Dunia II.

Amerika Serikat yang saat itu diserang secara tiba-tiba, telah merasa seperti dikhianati oleh kekaisaran Jepang. Pasalnya, kedua negara tengah melakukan diplomasi perdamaian. Akhirnya, setelah beberapa kali pertempuran antara Jepang dan Amerika dalam era Perang Dunia II, Amerika terpaksa mengakhiri perang tersebut dengan serangan serius, yakni bom atom Hiroshima dan Nagasaki.

Serangan bom atom di kedua kota tersebut sontak membuka mata Jepang, sekaligus dunia, bahwa Amerika dan sekutunya memang bukanlah tandingan dari Jepang dan mungkin negara-negara lain yang menantang mereka. Pengeboman tersebut juga menjadi akhir dari fase Perang Dunia II, yang merupakan perang modern terbesar dengan lebih dari 70 juta korban jiwa.


4. Perang Dunia II berakhir, namun Perang Dingin muncul

5 Fakta Sejarah Bom Atom Hiroshima dan Nagasaki pada Perang Dunia II

Bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki memang telah mengakhiri Perang Dunia II. Namun, sebagai gantinya muncul Perang Dingin yang terjadi antara pihak barat yang dipimpin oleh Amerika Serikat dengan pihak komunis yang dipimpin oleh Uni Soviet.

Seperti ditulis dalam laman History, Perang Dingin dapat dianggap sebagai periode ketegangan politik antara Amerika dengan Uni Soviet yang terjadi pada 1947 hingga 1991. Pada era Perang Dingin, kedua negara saling berlomba dan bersaing untuk menjadi yang terbaik di dunia.

Mulai dari politik, ekonomi, militer, hingga teknologi, semuanya ditunjukkan pada dunia untuk menentukan mana yang terbaik dan paling unggul. Namun, periode Perang Dingin juga membuka babak baru bagi dunia sains modern. Pasalnya, kemajuan sains antariksa bisa maju secara masif akibat ketegangan tersebut.

Lihat saja bagaimana Uni Soviet yang berambisi mengirimkan manusia pertama ke luar angkasa. Begitu juga dengan Amerika yang mengirimkan manusia untuk pertama kalinya menginjakkan kaki di Bulan.

5. Apa dampak bom atom Hiroshima dan Nagasaki bagi Jepang dan dunia secara umum?

5 Fakta Sejarah Bom Atom Hiroshima dan Nagasaki pada Perang Dunia II

Bagi Jepang sendiri, peristiwa bom atom Hiroshima dan Nagasaki merupakan sebuah peristiwa yang mengubah sejarah dan cara pandang. Jepang yang terkenal anti dengan kata "menyerah", akhirnya harus benar-benar menyerah tanpa syarat pada pihak barat, yakni Amerika Serikat dan Britania Raya.

Namun, di sisi lain, Jepang juga semakin maju. Mereka justru semakin kuat di bidang teknologi dan saat ini dapat menguasai dunia melalui hasil karya teknologi mereka. Bahkan, saat ini Jepang justru menjadi rekan dan sekutu bagi Amerika Serikat dalam bekerja sama di bidang teknologi dan militer.

Dunia juga terdampak akibat peristiwa kelam tersebut. Mulai Perang Dingin hingga kemajuan sains di beberapa bidang, merupakan dampak tak langsung yang diakibatkan oleh pengeboman Hiroshima dan Nagasaki.

Itulah beberapa fakta sejarah mengenai bom atom Hiroshima dan Nagasaki. Semoga artikel kali ini dapat menambah pengetahuan kamu di bidang sejarah, ya!

0 komentar:

Posting Komentar

Related image