Powered By Blogger

Jumat, 20 Maret 2020

5 Nasihat untuk Kamu Pasangan Muda, Hubungan Gak Sesimpel Itu!




Memasuki usia 20 ke atas setiap orang akan dihadapkan dalam tantangan hidup yaitu menikah. Menikah merupakan suatu hal yang sakral ketika dua orang saling berkomitmen untuk hidup bersama. Apalagi saat ini banyak orang yang bisa berharap menikah di usia muda. Meski tidak mudah mengingat faktor fisik dan psikis di umur awal 20an, namun daripada “terjatuh” dalam jalan yang salah, menikah seringkali merupakan solusi.

Asalkan bukan karena paksaan menikah muda dengan niat yang baik justru dianjurkan. Memang ada baik dan buruknya ketika menikah muda. Seseorang yang sudah memutuskan menikah di usia muda akan memiliki tekanan dan perubahan hidup yang berbeda. Maka dari itu 5 nasihat ini harus selalu kamu ingat bagi pasangan muda.

1. "Jangan terlalu gengsi di awal pernikahan, ada banyak rintangan yang harus kalian hadapi setelahnya"


Jangan terlalu gengsi di awal pernikahan, terutama ketika merencanakan wedding day. Sesuaikan dengan kondisi keuangan dan kapasitas yang kalian berdua mampu, jangan sampai terlalu memberatkan kepada orang tua. Apalagi merencanakan pernikahan mewah dengan sumber hutang, malah setelah pernikahan justru hidup kalian tidak tenang. Kamu tidak perlu mengikuti standar orang lain, pernikahan yang tertutup dan intern untuk keluarga besar saja justru lebih mengharukan.

Selain itu dalam menjalani hidup sehari-hari jangan terlalu gengsi hanya untuk senang-senang. Awal pernikahan merupakan cara terbaik mengatur keuangan rumah tangga. Pastikan pendapatan tetap terjaga dan pengeluaran digunakan secukupnya. Batasi niatan untuk membeli barang-barang untuk keperluan kalian berdua. Jangan terlalu mudah mengeluarkan uangmu hanya agar terlihat bahagia menikah muda.

2. "Pernikahan bukan berarti berhentinya pertengkaran ya"

Jika kamu berpikir bahwa menikah membuat kalian memiliki sedikit konflik, mungkin kamu harus tarik kembali. Pernikahan bukan berarti berhentinya pertengkaran. Hanya saja pernikahan membuat kalian memiliki komitmen sehingga mudah untuk saling memahami satu sama lain. Pertengkaran tetap akan ada dalam hidup kalian nantinya. Hanya saja perselisihan yang kalian temui setelah menikah harus dipahami lebih dewasa.

Selama puluhan tahun ke depan akan ada perubahan dalam diri pasanganmu dan dirimu. Kamu harus lebih sering-sering membicarakan dengannya. Mulailah untuk menjadi pendengar yang baik. Karena setelah menikah akan ada banyak hal yang harus kalian selesaikan bersama. Masalah perceraian seringkali disebabkan kedua pasangan masih mengandalkan ego masing-masing.

3. "Jangan egois, masalah pasanganmu juga harus menjadi masalahmu"

Jangan pernah melupakan pesan ini, yaitu masalah pasanganmu juga akan menjadi masalahmu. Kamu harus bisa berperan dalam menyelesaikan masalahnya. Masalahmu pun sama harus kamu komunikasikan dengannya. Seharusnya setelah pernikahan membuat kalian lebih terbuka. Maka dari itu carilah seorang pasangan yang bisa merasa jadi satu tim dalam menyelesaikan masalah sehari-hari. Kerjasama yang kompak kalian berdua membuat hubungan kalian harmonis nantinya.

4. "Pikirkan matang-matang dan realistislah dalam memiliki anak"

Pastikan tidak terburu-buru untuk memiliki anak. Sebagai pasangan muda tentu kalian memiliki banyak keterbatasan untuk memiliki anak. Apakah kalian sudah cukup dewasa untuk bisa mengajarkan dan merawat momongan sampai hidup mandiri? Pertimbangkan kapan waktu yang tepat untuk memilikinya, karena itu realistislah. Bagaimana dengan tabungan yang sudah kalian siapkan, tekanan bagi seorang perempuan, atau kesehatan anak kalian. Jangan mengira ketika sudah menikah langsung bisa memiliki si kecil ya. Jika kedua pasangan belum siap lebih baik ditunda dahulu. Toh, sebagai pasangan muda justru ini waktu yang tepat bagi pacaran tanpa diganggu banyak hal.

5. "Kedua pasangan memiliki peran yang berbeda, jangan lupa soal pembagian pekerjaan rumah"

Ketika kalian hidup serumah, kedua pasangan harus berusaha agar kehidupan rumah tangga berjalan. Siapa yang memasak, mencuci, mencari uang, membersihkan rumah dan sebagainya. Membagi pekerjaan satu sama lain sangat berguna bagi pasangan muda. Pekerjaan rumah memerlukan ketrampilan yang tidak bisa dipandang remeh.

Memang akan terasa berat di awal, karena kalian langsung merasakan perubahan hidup dari sebelumnya. Kalian tidak akan pernah mengira bahwa mengurus rumah tidak segampang yang dibayangkan. Ketika ada tamu, saudara ingin menginap, atau kelahiran si kecil. Semua itu perlu dibagi satu sama lain. Justru dengan membagi pekerjaan kalian semakin tahu kelebihan dan kekurangan pasangan.

Tidak mudah untuk bisa menikah muda. Ada banyak tantangan baru yang tidak akan kamu perkirakan. Karena itu kelima nasihat diatas semoga bisa menguatkanmu untuk bisa bertahan dan hidup bahagia




0 komentar:

Posting Komentar

Related image