Powered By Blogger

Sabtu, 14 Maret 2020

9 Fenomena di Dalam Hutan yang Belum Terpecahkan Sampai Saat Ini

9 Fenomena di Dalam Hutan yang Belum Terpecahkan Sampai Saat Ini

Dalam beberapa tahun terakhir, banyak wilayah terpencil di dunia yang berhasil terekspose berkat pemetaan dari satelit. Namun, hutan masih menyimpan rahasia mereka, dengan sejumlah besar wilayah yang masih belum dijelajahi dan hal-hal yang belum pernah dilihat sebelumnya.

Berikut 9 fenomena di dalam hutan belantara yang belum terpecahkan sampai saat ini.

1. Cincin di hutan hujan Amazon Brasil

9 Fenomena di Dalam Hutan yang Belum Terpecahkan Sampai Saat Ini

Serangkaian parit berbentuk cincin dapat ditemukan di seluruh hutan Amazon Brasil. Usia cincin ini bahkan lebih tua dari usia hutan hujan itu sendiri. Struktur-struktur ini masih menjadi misteri yang belum dapat dipecahkan oleh para arkeolog sampai hari ini.

Banyak yang berspekulasi bahwa cincin-cincin itu berfungsi sebagai kuburan atau pertahanan. Teori lebih lanjut adalah bahwa mereka adalah tanda yang ditinggalkan oleh UFO yang pernah mendarat di sana sebelum hutan Amazon tumbuh.

Fenomena ini mirip dengan garis Nazca, dan diasumsikan dibangun oleh orang-orang "awal" yang menghuni daerah tersebut. Pertanyaan selanjutnya adalah, bagaimana para orang awal mendapatkan alat untuk membuatnya?

Pertanyaan ini juga belum bisa dijawab, karena tidak ada bukti bahwa ada alat yang cukup canggih untuk membuat cincin ini pada masa peradaban mereka.


2. Maricoxi di hutan hujan Amazon

9 Fenomena di Dalam Hutan yang Belum Terpecahkan Sampai Saat Ini

Maricoxi adalah bigfoot-nya Amerika Selatan. Mereka adalah makhluk besar seperti kera yang dapat mencapai ketinggian 3,7 meter. Meskipun tampak primitif, mereka dikatakan cukup cerdas, karena dapat memegang busur, anak panah, dan bahkan tinggal di desa.

Menurut penjelajah Inggris, Kolonel Percival H. Fawcett, yang diduga telah menemukan makhluk-makhluk itu saat memetakan hutan-hutan Amerika Selatan pada tahun 1914, mereka sangat berbulu dan hidup di wilayah utara hutan hujan Amazon.

Mereka hanya bisa berbicara dengan gerutuan dan sangat membenci manusia. Dalam bukunya, Lost Trails, Lost Cities, Fawcett menggambarkan bagaimana ia dan anak buahnya hampir diserang oleh "binatang buas" ketika mereka mendekati "desa" mereka.

Namun, mereka mampu mengusir makhluk tersebut dengan menembakkan senjata ke tanah tempat mereka berpijak dan berhasil membuat mereka lari ketakutan. Pada tahun 1925, Fawcett menghilang bersama dengan semua anak buahnya saat dalam ekspedisi untuk menemukan kota Z yang hilang di hutan Amazon. 

Banyak teori yang menyebutkan bahwa mereka dibunuh oleh suku-suku lokal atau meninggal karena kelaparan. Namun, beberapa mengatakan mereka dibunuh oleh Maricoxi, meskipun tidak ada bukti yang dapat mendukung teori ini.

3. Suku Sentinel di hutan Pulau Sentinel

9 Fenomena di Dalam Hutan yang Belum Terpecahkan Sampai Saat Ini

Suku Sentinel adalah suku yang paling terisolasi di muka Bumi. Mereka mendiami hutan di Pulau Sentinel Utara, Samudera Hindia, dan diyakini telah hidup di sana selama 60.000 tahun.

Mereka telah menolak setiap upaya yang dilakukan dunia Barat untuk menjangkau mereka, dan akan membunuh orang yang mendekati mereka. Mereka berbicara dalam bahasa yang aneh dan mengusir tim riset mana pun dengan panah dan tombak.

Berdasarkan data dari Survivalinternational.org, saat ini suku Sentinel diperkirakan berjumlah 500 orang. Mereka dapat membuat alat-alat logam dan selalu tampak dalam keadaan sehat. Misteri sebenarnya dari suku ini adalah bagaimana mereka berhasil selamat dari tsunami tahun 2004 yang menghancurkan Kepulauan Andaman.

Awalnya suku ini dianggap telah musnah, karena mereka hidup di jalur langsung tsunami. Setelah tsunami berlalu, sebuah helikopter terbang sangat rendah di atas pulau itu, mencari tanda-tanda kehidupan dan tidak pernah berharap akan menemukan mereka.

Namun, seorang pria Sentinel berlari keluar dari hutan sambil mengacungkan tombaknya dan memberi isyarat agar helikopter tersebut pergi. Sungguh luar biasa, di saat tsunami memusnahkan jutaan orang beradab, suku Sentinel berhasil bertahan hidup tanpa bantuan sama sekali dari dunia luar.

Bagaimana mereka melakukannya kemungkinan akan menjadi misteri selamanya, karena tidak akan ada yang mampu mendekati mereka sampai masa mendatang.

4. Bola batu prasejarah di hutan Kosta Rika

9 Fenomena di Dalam Hutan yang Belum Terpecahkan Sampai Saat Ini

Ratusan bola batu besar ini tersebar di hutan Kosta Rika, dan diperkirakan dibangun oleh manusia prasejarah. Selama bertahun-tahun, fenomena ini telah membingungkan para ilmuwan dan arkeolog, karena bola-bola ini berdiameter 2,4 meter dan hampir membentuk bulat sempurna.

Ada teori bahwa mereka dibangun untuk tujuan keagamaan, tetapi tidak ada cukup bukti untuk mengonfirmasi hal ini. Hingga hari ini, masih menjadi pertanyaan mengapa batu-batu itu ada di sana dan bagaimana manusia prasejarah berhasil membentuknya dengan alat yang ada pada masanya.

Juga, bagaimana batu-batu itu dipindahkan ke atas bukit dan menembus hutan yang rimbun dengan pepohonan. Sumber daya yang dibutuhkan untuk membuatnya tidak dapat ditemukan bermil-mil di sekitar lokasi penemuannya, sehingga semakin menambah misteri tentangnya.

5. Sungai yang mendidih di hutan Amazon Peru

9 Fenomena di Dalam Hutan yang Belum Terpecahkan Sampai Saat Ini

Dilansir dari National Geographic, ada sebuah sungai di jantung hutan Amazon Peru yang dapat membunuh semua makhluk hidup yang jatuh ke dalamnya. Sungai ini bahkan dapat mencapai suhu lebih dari 93 derajat Celcius.

Tidak ada konfirmasi mengenai bagaimana fenomena itu terjadi, tetapi dihipotesiskan bahwa perusahaan pengeboran secara tidak sengaja merusak sistem panas bumi dan melepaskan gas dari dalam bumi ke sungai tersebut.

Menurut penduduk setempat, sungai itu adalah tempat kekuatan spiritual yang besar, sehingga mereka sering berkumpul di tepiannya untuk menyanyikan lagu dan berdoa.

6. Kota suku raksasa yang hilang di hutan Ekuador

9 Fenomena di Dalam Hutan yang Belum Terpecahkan Sampai Saat Ini

Jauh di dalam hutan Ekuador, ditemukan sebuah kota yang hilang pada tahun 2012. Namun, ini bukanlah kota kuno yang normal, karena kota ini dikenal sebagai "kota Raksasa yang hilang." Sekelompok penjelajah, didampingi oleh sejumlah penduduk lokal yang hafal dengan daerah tersebut, sangat percaya bahwa kota itu ada.

Menurut laporan yang dikutip dari Ancient Code, pada saat kedatangannya, para penjelajah menemukan satu set bangunan besar, dan yang terbesar berbentuk seperti sebuah piramida yang tidak biasa, dengan tinggi 79 meter dan lebar 79 meter. Puncaknya adalah sebuah batu datar dan dipoles, diyakini sebagai altar pengorbanan.

Besarnya bangunan ini menjadi alasan mengapa penduduk lokal dan banyak arkeolog percaya bahwa kota itu memang dibangun dan dihuni oleh Raksasa, meskipun banyak orang yang skeptis mengenai hal itu.

Apa yang membuat penemuan ini semakin aneh bukan hanya bangunan itu sendiri, tetapi juga alat dan artefak yang ditemukan di sana. Banyak alat yang terlalu besar, sehingga mustahil bagi manusia untuk menggunakannya, namun dapat diproduksi di sana.

Tim yang menemukan kota tersebut percaya jika alat itu adalah bukti penting bahwa di masa lalu Raksasa pernah berjalan di muka bumi.

7. Kepala batu di hutan Guatemala

Pada tahun 1950-an di hutan Guatemala, sebuah kepala batu kolosal ditemukan. Dikutip dari Ancient-origins.net, wajah batu itu memiliki fitur yang tidak biasa, seperti bibir tipis dan hidung besar, dan ditemukan mengarah ke langit.

Bentuk batu tersebut menyerupai seorang lelaki Kaukasia, dan membuatnya semakin mengherankan karena pada saat itu belum ada kontak antara suku setempat dengan ras Kaukasia.

Bertahun-tahun setelahnya, batu tersebut ditemukan sudah hancur oleh Dr. Oscar Padilla, seorang doktor filsafat dan penggemar sejarah kuno. Dia mengklaim bahwa batu itu mungkin dihancurkan oleh pemberontak anti-pemerintah.

Kisah tentang batu ini diangkat kembali oleh pembuat film dokumenter, Revelations of the Mayan: 2012 and Beyond, yang mengklaim bahwa batu itu adalah bukti bahwa makhluk luar angkasa pernah mengunjungi peradaban manusia di masa lalu. Selama pembuatan film dokumenter, seorang arkeolog Guatemala, Hector E. Majia, diwawancarai.

Dia menyatakan bahwa monumen ini tidak menunjukkan karakteristik Maya, Nahuatl, Olmec atau peradaban pra-Hispanik lainnya. Batu itu diciptakan oleh peradaban yang luar biasa dan unggul, dengan pengetahuan yang luar biasa dan tidak ada catatan keberadaannya di planet ini.

Kepala batu tersebut telah mengajukan banyak pertanyaan di benak kita, tentang keberadaannya dan siapa yang membangunnya.

8. Hilangnya Michael Rockefeller di hutan Papua

9 Fenomena di Dalam Hutan yang Belum Terpecahkan Sampai Saat Ini

Michael Rockefeller, putra wakil presiden Amerika, Nelson Rockefeller, menghilang secara misterius pada tahun 1961 ketika sedang mencari karya seni di dalam hutan-hutan Papua.

Lulusan Universitas Harvard yang berusia 23 tahun ini dikenal sebagai seorang penjelajah yang terampil. Dalam ekspedisi untuk mengambil karya seni dari berbagai suku, ia telah menargetkan 13 desa untuk dikunjunginya.

Namun saat ekspedisi, kapal Michael terbalik, menyisakan dia dan rekannya, Rene Wassing, yang terdampar 16 kilometer di lepas pantai. Rockefeller memutuskan bahwa dia akan berenang ke daratan untuk mencari bantuan. Kata-kata terakhirnya kepada Wassing adalah, "Saya pikir saya bisa melakukannya."

Tidak ada yang tahu apakah Michael berhasil sampai ke pantai atau tidak, tetapi ada banyak teori yang bermunculan setelahnya.

Menurut sebuah artikel yang diterbitkan oleh New York Post, beberapa orang berpendapat bahwa ia tenggelam dalam perjalanan ke daratan, sementara teori lain menyatakan bahwa ia berhasil sampai ke pantai, hanya untuk dibunuh dengan kejam dan dimakan oleh suku Asmat.

Rockefeller meluncurkan penyelidikan untuk mencari Michael dan mengklaim bahwa mereka tidak berhasil menemukan apa pun. Misteri ini masih dibicarakan sampai hari ini, dengan banyak yang memilih untuk percaya bahwa Michael berhasil mendarat, masuk ke dalam hutan dan mati di wilayah suku Asmat.

9. Parasit yang memakan daging di hutan Honduras

Pada tahun 2011, sebuah tim penjelajah berhasil menemukan "Kota Dewa Kera yang Hilang" di hutan La Mosquitia, Honduras. Kota itu diyakini telah ditinggalkan oleh suku Aztec pada tahun 1520 karena penyakit yang memakan daging, dan tetap tidak tersentuh sejak saat itu.

Penduduk kota percaya bahwa penyakit itu berasal dari para Dewa, yang telah mengirim tulah untuk membunuh mereka. Di antara tim penjelajah ada Douglas Preston, seorang penulis dan penjelajah terkenal di dunia yang menulis buku tentang temuan ini.

Penemuan kota itu memang mengejutkan, tetapi kejutan terbesar terjadi ketika tim tertular penyakit yang memakan daging mereka. Saat itu mereka semua membutuhkan perawatan langsung, karena penyakit tersebut mulai menggerogoti muka mereka.

Dalam sebuah wawancara untuk CBS News, Preston menjelaskan bahwa parasit tersebut masuk ke selaput lendir mulut dan hidung, dan pada dasarnya akan langsung memakannya. Hidung dan bibir akan rontok, dan akhirnya akan meninggalkan luka besar yang menganga di wajah.

Mereka mengambil sejumlah artefak dan memutuskan untuk tidak kembali ke kota tersebut, meskipun mereka yakin masih ada banyak rahasia yang bisa diungkap. Bagaimanapun juga, kota tersebut akan terus menyimpan rahasia di dalamnya, dan menjadi misteri hutan yang tidak akan pernah terungkap.

Nah, itu tadi 9 fenomena di dalam hutan belantara yang belum terpecahkan sampai saat ini. Tidak ada yang tahu apakah misteri-misteri tersebut akan terungkap di kemudian hari atau akan menjadi misteri selamanya.

0 komentar:

Posting Komentar

Related image