Powered By Blogger

Jumat, 29 Januari 2021

Kisah Tauladan Kejujuran Anak Akui Perbuatan Mencuri Mainan

 

Lingkungan dapat membentuk karakter seseorang jika dibangun sejak kecil. Apa yang diajarkan oleh orang tuanya, akan terbawa hingga ia dewasa. Jika orang tua mengajarkan kebaikan pada anak, sang anak pasti akan menjadi orang baik di masa depannya.

Berlaku juga sebaliknya, anak yang dari kecil diajarkan keburukan, kejahatan, selalu dipertontonkan perbuatan kasar akan terbawa hingga nanti ia dewasa. Ada berbagai macam nilai kebaikan yang bisa kita tanamkan pada anak sejak dini, mulai dari kasih sayang, peduli dengan sesama, sopan santun, ramah tamah, dan yang tak kalah pentingnya ialah kejujuran.
Kejujuran menjadi nilai utama dan harus ditanamkan pada anak sejak dini. Mengajarkan kejujuran pada anak dapat dilakukan dengan berkata, berperilaku dan selalu mengutamakan kejujuran. Ini akan menjadi bekal yang baik di masa depan anak.

Hal ini sejalan dengan sebuah pepatah, “Kejujuran adalah mata uang yang berlaku di mana pun”. Itulah sebabnya mengapa anak perlu diajarkan untuk berlaku jujur sejak dini.

Berkaitan dengan kejujuran pada anak, ada sebuah cerita kejujuran anak yang cukup menginspirasi dan layak dijadikan sebagai sebuah pelajaran. Kisah ini dibagikan oleh seorang netizen dengan nama akun Twitter, singgihsahara.

Dalam cuitannya dua hari yang lalu, ia menuliskan sebuah cuitan tentang kejujuran seorang anak. Pria yang bekerja sebagai pegawai toko mainan ini merasa terkejut dengan kedatangan sepasang suami istri bersama anaknya. Ia menceritakan pasangan suami istri tersebut datang dan langsung meminta maaf padanya sambil menyerahkan mainan tayo.

“Mas maaf, ini kmaren pas kita belanja anak saya bawa mainan ini dimasukin ke tasnya, sekali lagi kami minta maaf mas , ayo adek minta maaf ke masnya” cerita pemilik akun singgihsahara, menceritakan permintaan maaf orang tua tersebut.

Usai orang tuanya meminta maaf atas perbuatan anaknya yang diam-diam memasukkan mainan ke tasnya, sang anak kemudian meminta maaf pada singgihsahara. Merasa heran, ia lansung mengecek stok mainan di komputer, dan benar saja mainan tersebut kurang 2 pcs.

“Gpp kakak maafin , jgn diulangin ya” ujarnya saat itu. Setelah diberi maaf, tak disangka anak tersebut langsung menangis dan memeluk singgihsahara. Ia malah meminta hukuman karena telah mencuri mainan tayo di toko mainan Java Mall, Semarang tersebut.

Ia mengatakan bahwa saat di rumah, ia telah mendapatkan hukuman dari kedua orang tuanya. Namun ia belum dapat hukuman dari pihak toko mainan yang barangnya dicuri. Orang tua anak tersebut mengatakan bahwa anak itu harus diberikan hukuman walaupun ringan, biar kapok dan nggak mengulanginya lagi.

Mendengar hal ini, singgihsahara kemudian menyuruh anak tersebut untuk menata bis tayo yang ada di rak sesuai warnanya. Ketika anak tersebut menata bis tayo di rak, singgihsahara menyempatkan diri untuk bertanya kenapa ia melakukan hal tersebut.

“Saya pgn bgt ini kak, mama mau beliin satu set tp selalu nunggu nilai ulangan keluar, lama.” jawab anak tersebut.
Setelah anak tersebut berhasil menyelesaikan hukuman, ia terlihat sangat girang. Ia bahkan sampai memeluk dan meminta maaf lagi pada singgihsahara.

“Aku tetep boleh maen & belanja disini ya kak, jangan diusir” ungkap anak tersebut.

Mendengar perkataan ini, singgihsahara bersama orang tuanya langsung tertawa. Singgihsahara menceritakan bahwa sebenarnya orang tua anak ini ingin membayar barang yang dicuri anak tersebut sebanyak 5 kali lipat.

Ini karena peraturan di mall yang menerapkan aturan untuk membayar 5 sampai 10 kali lipat dari harga barang yang dicuri. Namun, singgihsahara menolak dan mengatakan bahwa stock nya masih lengkap dan anak tersebut telah mengakui kesalahan serta meminta maaf padanya.

Dari kisah ini kita bisa belajar bahwa kejujuran adalah hal yang sangat penting untuk diajarkan kepada anak-anak. Meskipun sang anak sampai nangis untuk mengakui kesalahannya, namun dari hal kecil inilah anak-anak bisa selalu berlaku jujur. Kejujuran yang diajarkan pada anak sejak kecil, akan berguna untuk kehidupannya di masa depan.



0 komentar:

Posting Komentar

Related image