Powered By Blogger

Jumat, 17 April 2020

5 Tempat Yang Suasana Horornya Mendunia

1. Katakomba Paris - Prancis 



Sejarah

Catacombs of Paris dulunya adalah sebuah tambang batu alam yang merupakan bahan dasar untuk mendirikan sebuah bangunan. Struktur katakomba ini terdiri dari gua-gua dan terowongan bawah tanah sepanjang 600 km --dan sebagian besar tidak dipetakan

Akan tetapi sekitar Abad ke-17, tambang batu itu beralih fungsi menjadi makam atau tempat menampung kira-kira 6 juta jenazah --lebih banyak dari jumlah penduduk yang bermukim di atasnya.

Kisah Catacombs of Paris dimulai setelah meningkatnya jumlah warga di Prancis, sedangkan lahan kuburan kian sempit.

Masyarakat Paris memiliki ritual khusus saat mengebumikan jasad, yaitu dengan menguburkan tubuh orang mati pada daerah pinggiran kota. Namun setelah agama Kristen masuk ke Paris, ritual itu berubah.

Penghormatan yang dilakukan untuk orang orang yang telah meninggal dilaksanakan di kota. Sayangnya, hal ini justru menimbulkan masalah.

Karena lahan pemakaman semakin berkurang setelah pertumbuhan kota yang meningkat, sebagai solusinya pemerintah menetapkan sistem penguburan yang baru, yakni pemakaman massal dengan memanfaatkan tambang batu yang telah tak terpakai lagi.

Mulanya, sistem penguburan masal ini mendapat tentangan dari banyak kalangan. Namun pemerintah Prancis tetap melanjutkannya dan akhirnya pada tahun 1785, sistem ini resmi diterapkan.

Tulang belulang yang berada di liang lahat mulai dipindahkan satu persatu ke Catacombs of Paris. Kerangka manusia itu juga dibersihkan dan ditata dengan teratur.

Dibuka pada akhir Abad ke-18, katakomba tersebut telah menjadi daya tarik wisata pada awal Abad ke-19 dan telah dibuka untuk umum sejak tahun 1874.

Lokasinya yang berada tepat di bawah kota, menyebabkan dilarangnya pembangunan gedung-gedung tinggi di Paris.

Teror

Dalam sejarah, katakomba pernah dipakai sebagai tempat persembunyian dan perlindungan para pejuang Prancis selama Perang Dunia II. Namun kini ada sebuah komunitas yang bernama Cataphiles. Anggotanya banyak menghabiskan waktu untuk mengeksplorasi bawah tanah Paris.

Pada tahun 90-an pernah terjadi kasus di mana beberapa kru Cataphiles menemukan sebuah kamera video di salah satu lorong katakomba.

Di dalam kamera misterius itu terdapat rekaman dari sudut pandang seseorang yang mengeksplorasi katakomba seorang diri. Awalnya, orang tersebut berjalan santai sambil mendokumentasikan penemuannya. Namun tiba-tiba ia berjalan tergesa-gesa dan sontak berlari menjatuhkan kamera, entah apa yang membuatnya ketakutan.

Banyak yang tidak percaya keaslian rekaman tersebut. Bahkan ABC New pernah membuat dokumenter investigasi. Rekaman ini disinyalir menjadi salah satu referensi untuk film The Blair Witch Project.

Meski demikian, sampai sekarang tidak ada yang tau apakah rekaman itu asli atau palsu, apakah orang itu berhasil keluar atau sudah menjadi "koleksi baru" jajaran kerangka manusia di lorong gelap katakomba.


2. Museum Genosida Tuol Sleng - Kamboja



Sejarah

Museum Genosida Tuol Sleng terletak di Kota Phnom Penh, Kamboja. Bangunan bersejarah ini merupakan sebuah Kamp Konsentrasi yang dibangun oleh pemimpin Khmer Merah, Pol Pot, untuk menyingkirkan orang-orang yang tidak sepaham dengannya.

Museum ini tadinya adalah adalah gedung sekolah menengah yang diubah menjadi Penjara Keamanan 21 (Security Prison 21) oleh rezim Komunis Khmer Merah pada 1975.

Kala itu, Khmer Merah (sayap militer Partai Komunis Kamboja yang beraliran Maois --varian dari Marxisme-Leninisme berasal dari ajaran-ajaran pemimpin komunis Tiongkok Mao Zedong) menjadi yang paling berkuasa di Kamboja sejak 1975 hingga 1979.

Musium Genosida Tuol Sleng menjadi saksi bisu kekejaman "orang-orang" Pol Pot. Saat ia memimpin, penjara ini digunakan sebagai basis untuk menyiksa dan membunuh tahanan. Sebagian besar dari korbannya adalah mantan tentara dan pejabat pemerintah dari rezim Lon Nol.

Khmer Merah di bawah pimpinan Pol Pot berhasil menggulingkan kekuasaan Lon Nol pada 17 April 1975. Penduduk merasakan secercah harapan baru untuk mencapai kedamaian dan mengakhiri perang saudara. Akan tetapi kenyataan justru tidak sesuai harapan. Kebijakan yang diambil Pol Pot adalah melalui Revolusi Agraria, yaitu membangun kamboja dengan memanfaatkan pertanian.

Pada 13 Mei 1976, Pol Pot dilantik sebagai Perdana Menteri Kamboja dan mulai menerapkan kebijakan mengarahkan negara ke arah sosialisme. Khmer Merah kemudian memerintahkan seluruh penduduk --lebih dari dua juta-- untuk meninggalkan kota menuju pedesaan dalam rangka "Revolusi Agraria".

Mereka diminta untuk tinggal dan bekerja di pedesaan sebagai petani, dikarenakan kota-kota besar dianggap sebagai basis dari kaum aristokrat dan penghambat revolusi.

Periode ini merupakan periode yang cukup tragis. Akibat kebijakan yang lebih menekankan pertanian dalam skala besar ini, banyak penduduk Kamboja yang meninggal karena kelaparan dan kekejaman rezim Pol Pot.

Sampai sekarang, masih terdapat bukti dari kebiadaban rezim Pol Pot, selain di Kamp penyiksaan Tuol Sleng. Ada pula "ladang pembantaian" (killing field) Choeung Ek.

Choeung Ek adalah tempat yang digunakan rezim Khmer Merah selama 4 tahun sebagai lokasi eksekusi orang-orang berpendidikan tinggi dari Phnom Penh. Ada sekitar 20.000 orang dibunuh di situ.

Teror

Karena kisah kelamnya yang amat tragis dan memilukan, arwah dari sekitar 17.000 korban pembantaian terus bergentayangan di lorong Museum Genosida Tuol Sleng, dan penjaga mengaku sering melihat kejadian aneh.

Mereka menuturkan, sebagian besar tahanan dipaksa untuk mengaku bersalah, meski kejahatan yang sebenarnya tidak mereka lakukan. Hampir semua korban pembantaian adalah orang asli Kamboja, namun banyak juga di antaranya merupakan orang asing, termasuk orang Amerika, Prancis, Selandia Baru, Inggris, Australia, Arab, India, Pakistan, dan Vietnam.

Hanya 12 orang yang diduga selamat dari pembantaian tersebut.

Penulis juga membubuhkan aturan menyeramkan yang harus dipatuhi oleh seluruh tahanan yang ditulis dalam bahasa Inggris. Berikut ini isinya:

1. You must answer accordingly to my question. Don’t turn them away.

2. Don’t try to hide the facts by making pretexts this and that, you are strictly prohibited to contest me.

3. Don’t be a fool for you are a chap who dare to thwart the revolution.

4. You must immediately answer my questions without wasting time to reflect.

5. Don’t tell me either about your immoralities or the essence of the revolution.

6. While getting lashes or electrification you must not cry at all.

7. Do nothing, sit still and wait for my orders. If there is no order, keep quiet. When I ask you to do something, you must do it right away without protesting.

8. Don’t make pretext about Kampuchea Krom in order to hide your secret or traitor.

9. If you don’t follow all the above rules, you shall get many many lashes of electric wire.

10. If you disobey any point of my regulations you shall get either ten lashes or five shocks of electric discharge.


3. Shades of Death Road - Amerika Serikat


Sejarah

Jalan Kematian atau Shades of Death Road berada di New Jersey, Amerika Serikat. Konon, banyak penampakan hantu dan kejadian menyeramkan yang terjadi di sepanjang jalan 7 mil ini.

Shades of Death bukanlah sebutan yang diberikan oleh penduduk setempat, tetapi ini sebenarnya adalah papan resmi nama jalan alias memang demikian namanya. 

Shades of Death Road ada di wilayah Warren County. Tempat ini hanya 1,5 jam bila ditempuh dengan mengendarai mobil dari Kota New York. Jalanannya menghubungkan antara Hope Road dan Bear Creeck Road, yang memiliki panjang 12 km.

Sebenarnya, ada dua nama jalan di Negeri Paman Sam yang seperti itu. Selain di New Jersey, satunya lagi ada di Washington County. Tapi yang satu ini disebut sebagai yang terseram.

Shades of Death Road dikelilingi oleh hutan lebat --kanan dan kirinya, berlika-liku dan hanya muat untuk dua mobil kecil. Tidak satupun rumah penduduk ditemukan di sepanjang jalan misterius ini.

Tidak cuma jalanannya saja, di tengah hutan di pinggir Shades of Death Road terdapat danau yang bernama Ghost Lake.

Teror

Sebenarnya, Shades of Death Road sudah terkenal kengeriannya sejak lama. Cerita seram dan kisah-kisah di sana diceritakan turum temurun. Bagi masyarakat New Jersey, mereka akan bilang, "jangan melewati jalanan itu saat hari sudah gelap dan seorang diri."

Beberapa orang mengatakan, di sana ada gerombolan perampok yang tidak segan membunuh korbannya setelah menggasak harta dan barang berharga.

Ada pula yang menceritakan bahwa ada penduduk setempat yang mengidap gangguan kejiwaan dan berupaya balas dendam karena alasan yang tak jelas. Ia akan menggantung jasad korban di pohon pinggir jalan sebagai peringatan.

Menurut situs web listverse.com, beberapa kasus pembunuhan pernah terkuak di jalan tersebut. Kejadian itu terjadi pada tahun 20 dan 30-an. Kasus pertama yaitu seorang perampok memukul korbannya di bagian kepala dengan besi ban.

Kasus kedua menyebut ada saksi yang melihat seorang wanita memenggal kepala suaminya dan menguburkan kepala beserta tubuh sang suami di sisi yang terpisah dari jalan itu.

Sedangkan yang ketiga, pria bernama Bill Cummins ditemukan tewas ditembak dan jenazahnya dikubur di endapan lumpur.

Namun penjelasan yang paling masuk akal adalah bahwa nyamuk pembawa malaria menteror penduduk setempat dari tahun ke tahun, dan keterpencilan daerah tersebut mencegah perhatian medis masuk ke area sekitar. Hal ini juga didukung oleh fakta bahwa pada tahun 1884, sebagian besar rawa di daerah tersebut kering.


4. Kastil Leap - Irlandia


Sejarah

Kastil Leap konon berdiri sejak tahun 1250 dan berada Kota Roscrea, Irlandia. Istana ini dibangun oleh Klan O'Bannon. Klan O'Bannons adalah kepala suku kedua di wilayah tersebut dan tunduk pada Klan O'Carroll yang berkuasa.

Ada bukti bahwa kastil itu dibangun di situs yang sama dengan struktur batu kuno lainnya, yang mungkin bersifat seremonial, dan bahwa daerah tersebut telah diduduki secara konsisten setidaknya sejak Zaman Besi (500 SM) dan mungkin sejak Zaman Neolitik.

Seiring berjalannya waktu, kepemilikan kastil ini beralih. Hingga di tahun 1532, istana ini dimiliki oleh Klan O’Carroll.

Selama keluarga ini tinggal, banyak insiden berdarah terjadi. 

Kematian pimpinan klan, Mulrooney O’Carroll, mengakibatkan sengketa kepemimpinan. Sengketa berakhir ketika Teige O’Carroll meneriakkan ritus suci dan menghunuskan pedang ke belakang imam yang juga kakaknya sendiri, Thaddeus O’Carroll.

Imam Thaddeus terluka parah dan tewas di atas altar, di hadapan seluruh keluarganya. Sejak itu, arwah dari Imam Thaddeus dipercaya menghantui Kapel Berdarah (Bloody Chapel) dan dianggap sebagai salah satu hantu pertama yang menghuni Kastil Leap.

Pembunuhan kejam lain juga terjadi di kastil tua ini, sekitar tahun 1500-an. Pembunuhan tersebut dianggap sebagai salah satu pembunuhan paling berbahaya. Saat itu, sekitar 40 anggota Klan McMahon disewa oleh Klan O’Carroll untuk melatih metode perang.

Anggota McMahon menghadiri pesta di Leap Castle dalam perayaan kemenangan O’Carroll melawan musuh di medan perang. Dalam pesta tersebut O’Carroll meracuni makanan para tentara untuk menghindari pembayaran atas jasa McMahon.

Sementara itu, pada tahun 1922 seorang pekerja di Kastil Leap menemukan perangkap rahasia di balik dinding di sudut Kapel Berdarah. Ketika mereka menjelajahi lubang gelap yang mengarah ke bawah, mereka menemukan puluhan kerangka manusia di atas paku kayu di sebuah ruangan serupa penjara.

Diyakini di penjara rahasia itu, Klan O’Carroll membunuh musuh atau tamu tak diundang yang datang ke kastil. Korban dijatuhkan melalui perangkap tersebut hingga paru-paru mereka tertusuk oleh paku kayu yang ada di bawah, korban dibiarkan mati dengan mengerikan.

Pada tahun 1600-an, kepemilikan Kastil Leap diteruskan ke keluarga Darby, ketika putri kepala suku O’Carroll jatuh cinta dengan Kapten Darby. Selama Perang Saudara Inggris, anak mereka Jonathan Darby menyembunyikan sejumlah besar harta di Kastil Leap. Dua pegawai yang membantunya kemudian dibunuh agar rahasia tetap terjaga.

Jonathan kemudian dipenjarakan karena pengkhianatan dan ketika ia dibebaskan, ia tidak dapat menemukan harta karunnya akibat membunuh para pegawai tanpa mengetahui lokasi penyimpanannya. Hingga sekarang harta karun tersebut tidak juga ditemukan.

Selama Abad ke-18, cicit Jonathan, yang juga bernama Jonathan Darby, untuk pertama kali merenovasi benteng dan memberikan penampilan Gothic.

Teror

Ruang bawah tanah di kastil ini dipercaya sebagai tempat penyiksaan. Bau busuk dari tulang belulang diklaim pernah ditemukan di tempat tersebut.

Sampai sekarang, masyarakat percaya bahwa Kastil Leap benar-benar berhantu dan arwah tersebut jahat. Menariknya, beberapa paranormal investigasi seperti ABC Family's Scariest Places on Earth, The Atlantic Paranormal Society (TAPS) dan Travel Channel's Ghost Adventures tertarik untuk mencari tahu kebenarannya.

Kastil Leap pernah dihancurkan pada 1922 oleh Irish Republican Army (IRA) saat keluarga Jonathan Darby tinggal di Inggris. Benteng itu tergeletak dalam reruntuhan, hingga tahun 1991 dibeli oleh pemilik yang sekarang, Sean dan Anne Ryan.

Sean memulihkan kondisi benteng dan menjadi tuan rumah yang ramah bagi orang-orang yang penasaran dengan keangkeran Kastil Leap.

Sean mengaku sering melihat penampakan arwah-arwah penghuni Kastil Leap. Awalnya, penampakan dan suara-suara di kastil ini membuat keluarga Sean merasa terganggu. Namun kini, arwah-arwah dan keluarga Sean mampu hidup berdampingan dengan damai.


5. Rumah Sakit Jiwa Byberry - Amerika Serikat


Sejarah

Rumah Sakit Jiwa Byberry didirikan pada tahun 1907 di Pennsylvania, sebelum akhirnya beroperasi penuh sebagai rumah sakit jiwa pada tahun 1920-an.

Namun karena lonjakan jumlah pasien gangguan jiwa yang masuk ke rumah sakit tersebut, mengakibatkan hampir tidak adanya ruangan lagi bagi pasien baru --mencapai lebih dari 7.000 orang pada tahun 1960.

Fakta itu kian diperparah dengan minimnya dana dan tenaga medis yang ada, sehingga banyak pasien yang tidak terurus. Akibatnya sebagian besar pasien dipaksa tidur di satu ruangan tanpa mengenakan baju.

Konon, kamar ini amat jorok karena dipenuhi urin dan juga kotoran manusia. Jarang sekali dibersihkan. Oleh sebab itu, semakin banyak pasien yang jatuh sakit dan parah.

Citra buruk rumah sakit ini pun semakin diperkuat dengan perlakuan perawat yang semena-mena. Mereka memasung, memukul, menendang, dan bahkan tidak segan-segan menggunakan kursi listrik untuk pasien.

Ulah perawat menyebabkan sebagian pasien meninggal secara tidak wajar. Beruntungnya setelah investigasi secara menyeluruh, pada tahun 1990 rumah sakit ini resmi ditutup.

Teror

Saat masih dibuka, ada mitos yang beredar di tengah masyarakat setempat mengenai sosok gaib yang muncul dari dinding rumah sakit sembari membawa pisau, lalu menggoroknya ke tubuh pasien.

Selain itu, kejadian lain --yang sesungguhnya-- adalah insiden saling bunuh di kalangan pasien dan kebiasaan memutilasi pasien wanita.

Bahkan ketika rumah sakit sedang dalam proses penutupan, dua pasien yang dibebaskan ditemukan tewas di Sungai Delaware.

0 komentar:

Posting Komentar

Related image