Powered By Blogger

Selasa, 21 April 2020

Saling Berebut Bulan, Ini 5 Alasan Mengapa Banyak Negara Melakukannya

Saling Berebut Bulan, Ini 5 Alasan Mengapa Banyak Negara Melakukannya

Seperti diberitakan BBC, presiden Amerika Serikat, Donald Trump, telah menandatangani perintah eksekutif yang isinya menyatakan bahwa negara Amerika berhak melakukan eksploitasi, eksplorasi, dan segala hal yang berhubungan dengan pertambangan di Bulan.

Sebelumnya, pada 2019, Tiongkok juga melakukan klaim dan pernyataan yang sama. Di tahun yang sama, Tiongkok juga sukses mengirim robot untuk menjelajah di sebagian kecil sisi bulan. Pemerintah Tiongkok tengah serius memikirkan bagaimana meningkatkan perekonomian dari bisnis dan proyek luar angkasa, termasuk menambang Bulan.

Bukan hanya Amerika dan Tiongkok saja yang tertarik untuk menambang Bulan, beberapa negara lainnya, seperti Rusia, Inggris, Kanada, dan negara-negara Eropa lain juga memiliki ketertarikan yang sama.

Lantas, mengapa Bulan begitu diperebutkan oleh negara-negara besar di dunia? Mineral apa saja yang terkandung dalam Bulan? Dan apa keuntungan bagi negara-negara yang menguasai Bulan di masa yang akan datang?


1. Bulan memiliki kandungan mineral yang berharga mahal

Saling Berebut Bulan, Ini 5 Alasan Mengapa Banyak Negara Melakukannya

Mungkin sebagian besar orang awam akan bertanya, mengapa Bulan begitu diperebutkan oleh banyak negara? Padahal, sepintas permukaan Bulan itu tandus dan tidak memiliki kandungan apa pun yang berharga.

Jangan salah, faktanya, Bulan mengandung beberapa kandungan mineral penting yang berharga sangat mahal. Laman sains Space mengungkap bahwa Bulan memiliki kandungan yang kaya akan titanium, yakni unsur logam yang ringan, kuat, dan tahan korosi.

Batuan Bulan juga mengandung olivin, mineral magnesium besi dengan kandungan yang padat. Olivin di Bumi dapat diolah menjadi batu permata yang bernilai sangat mahal. Namun, salah satu sumber mineral Bulan yang paling diperebutkan yaitu helium-3.

Helium-3 merupakan jenis bahan bakar terbaru yang diprediksi akan menggantikan minyak bumi dan batu bara. Helium-3 juga dapat dijadikan sumber energi bersih yang bersifat nonradioaktif sehingga dapat digunakan untuk menjalankan reaktor nuklir secara aman.

2. Menguasai Bulan sama artinya dengan menguasai Bumi secara utuh

Saling Berebut Bulan, Ini 5 Alasan Mengapa Banyak Negara Melakukannya

Hal ini terdengar agak konyol dan tak masuk akal, namun bisa kamu bayangkan jika ada pihak yang menguasai Bulan, mereka dapat dengan mudah menguasai Bumi. Hal ini sudah lama diprediksi oleh banyak pihak.

Universe Today dalam lamannya menulis bahwa kolonisasi di Bulan suatu saat bakal terjadi dan kemungkinan hanya pihak-pihak tertentu saja yang bisa melakukannya. Dengan biaya yang supermahal ditambah dengan ambisi yang terlihat tak masuk akal, penguasaan akan Bulan tersebut bisa menjadi hal yang kurang baik bagi warga Bumi.

Mungkin suatu saat akan ada yang namanya kelas atau strata yang berbeda berdasarkan tempat tinggal, yakni manusia Bumi dan manusia Bulan. Namun, tentu semua ini masih dalam tahap prediksi dan perkiraan karena memang tidak mudah untuk melakukannya.

3. Bulan dapat dijadikan pangkalan militer

Saling Berebut Bulan, Ini 5 Alasan Mengapa Banyak Negara Melakukannya

Perang adalah hal yang sulit dipisahkan dari kehidupan manusia. Sejak zaman purba hingga zaman modern saat ini, perang dan persenjataan militer masih menjadi komoditas utama yang dilakukan oleh negara-negara adikuasa di dunia.

Di masa yang akan datang, Bulan bisa dijadikan pangkalan militer bagi negara-negara adikuasa tersebut. Bukan hanya pangkalan militer, namun bisa saja Bulan dijadikan uji coba senjata-senjata terbaru yang tidak bisa diuji coba di Bumi.

Faktanya, pada 1966 silam, ada wacana yang tertuang dalam sebuah proyek ambisius pemerintah Amerika yang ingin menempatkan personel angkatan bersenjata di Bulan, seperti diberitakan Army History. Meskipun hingga saat ini belum terealisasi, namun setidaknya wacana tersebut pernah ada dan bisa saja direalisasikan di masa depan.

4. Kolonisasi Bulan sebagai bagian dari strategi bisnis negara-negara adikuasa

Saling Berebut Bulan, Ini 5 Alasan Mengapa Banyak Negara Melakukannya

Membangun sebuah koloni di Bulan akan membuka ladang bisnis baru yang bernilai sangat fantastis bagi banyak perusahaan swasta. Jika suatu saat Bumi sudah dianggap tidak layak ditinggali, koloni di Bulan merupakan salah satu jawaban yang menjanjikan.

Bahkan, salah satu orang terkaya di dunia, Jeff Bezos, mengatakan bahwa kolonisasi di Bulan sangat dibutuhkan untuk menyelamatkan Bumi, seperti ditulis dalam Science Alert. Perusahaan-perusahaan raksasa lainnya di dunia juga memiliki pandangan yang hampir sama.

Membuka lahan baru di Bulan tentu membutuhkan biaya yang sangat mahal, belum lagi waktu yang dibutuhkan juga akan sangat lama. Namun, jika semuanya dapat terealisasi dengan baik, bisnis dapat dijalankan dengan lancar pula. Harga tempat tinggal di Bulan tentu sangat mahal jika dibandingkan dengan tempat tinggal di Bumi.


5. Gengsi dan persaingan negara-negara besar dunia

Saling Berebut Bulan, Ini 5 Alasan Mengapa Banyak Negara Melakukannya

Mengapa Bulan begitu diperebutkan oleh banyak negara adikuasa? Salah satu alasannya berhubungan dengan gengsi akan persaingan negara-negara tersebut. Ambisi pendaratan manusia di Bulan dan eksplorasi Mars memang dapat berkontribusi besar bagi sains.

Namun, tak dapat disangkal bahwa hal-hal tersebut dapat menjadi nilai lebih di mata dunia. Gengsi dan ambisi Amerika Serikat untuk mengalahkan Rusia (dulu Uni Soviet), secara tidak langsung ternyata juga dapat mengantarkan astronaut NASA untuk bisa menginjakkan kaki di Bulan.

Saat ini, bagi negara-negara adikuasa—bukan hanya terdiri oleh satu atau dua negara saja—menguasai Bulan merupakan target strategis jika ingin mempertahankan gengsinya di mata dunia.

Itulah lima alasan khusus mengapa Bulan begitu diperebutkan oleh banyak negara besar di dunia. Rupanya, Bulan memang mengandung banyak mineral mahal dan tentu ini semua juga berhubungan dengan ambisi manusia. Semoga dapat menambah wawasan kamu, ya!

0 komentar:

Posting Komentar

Related image