Powered By Blogger

Kamis, 09 April 2020

6 Fakta Unik Smiling Depression, Tersenyum untuk Menutupi Depresi


6 Fakta Unik Smiling Depression, Tersenyum untuk Menutupi Depresi

Tersenyum bukan berarti sedang bahagia. Bisa jadi, senyumannya tersebut untuk menutupi atau menyembunyikan depresi yang dialami. Kondisi ini dikenal dengan istilah smiling depression atau tersenyum untuk menutupi depresi.

Untuk lebih jelasnya mengenai smiling depression, kita bahas bareng Agata Ika Paskarista, Education and Clinical Child Psychology and TopKarir Klinik Expert, yuk!

1. Apa sebenarnya smiling depression?

6 Fakta Unik Smiling Depression, Tersenyum untuk Menutupi Depresi

Smiling depression adalah suatu istilah yang digunakan untuk menggambarkan keadaan seseorang yang tetap tersenyum dan terlihat bahagia, tetapi di sisi lain ia sedang mengalami depresi atau false smile.

Smiling depression merupakan istilah populer dan belum masuk sebagai kategori gangguan mental. Namun, smiling depression juga dikaitkan dengan depresi mayor dengan fitur atipikal.

2. Adakah gejala dari smiling depression?

6 Fakta Unik Smiling Depression, Tersenyum untuk Menutupi Depresi

Karena smiling depression sendiri belum tergolong sebagai diagnosis gangguan mental, kita pahami dulu gejala depresi secara umum:

perasaan tertekan;
kehilangan ketertarikan atau kesenangan pada sejumlah besar aktivitas;
penurunan atau peningkatan berat badan atau perubahan selera makan yang signifikan ketika tidak melakukan diet;
insomnia atau hipersomnia hampir setiap hari;
kelelahan atau kehilangan tenaga hampir setiap hari;
merasa tidak berharga atau memiliki rasa bersalah yang berlebihan;
penurunan kemampuan berpikir atau berkonsentrasi seperti sulit menentukan
pilihan;
pikiran tentang kematian dan diri yang berulang.
Perlu diingat bahwa setiap orang bisa saja memiliki tingkat depresi yang berbeda-beda.

3. Bisa berbahaya jika tidak segera ditangani

6 Fakta Unik Smiling Depression, Tersenyum untuk Menutupi Depresi

Jika tidak segera mendapatkan penanganan, seseorang yang mengalami depresi berat sering berpikiran untuk menyudahi hidupnya dan ini berbahaya. Fakta bahwa seseorang menutupi keadaannya dengan tersenyum dan terlihat bahagia merupakan langkah denial (penolakan) dan merasa tidak ada apa-apa dengan dirinya.

4. Pemicunya karena merasa dirinya tidak berguna

6 Fakta Unik Smiling Depression, Tersenyum untuk Menutupi Depresi

Seseorang bisa saja sudah merasakan gejala-gejala depresi atau sudah didiagnosis oleh psikolog atau psikiater sebelumnya. Salah satu gejala depresi ialah merasa hidupnya merupakan kesalahan dan merasa tidak berguna. Karena tidak ingin membebani orang lain, ia menutupinya dengan tersenyum untuk mengurangi beban orang di sekitarnya.

Selain itu, stigma dan kurangnya kesadaran masyarakat tentang gangguan mental juga bisa membuat seseorang yang mengalami depresi ini malu sehingga ia menutupinya dengan tersenyum.

5. Bisa terjadi karena tidak jujur dengan diri sendiri

6 Fakta Unik Smiling Depression, Tersenyum untuk Menutupi Depresi

Smiling depression bisa saja terjadi pada diri kita jika kita tidak berusaha jujur kepada diri sendiri dan secara sadar menutupi depresi yang kita alami dengan tersenyum. Namun, hal ini bisa juga terjadi secara tidak kita sadari.

Jika kita melihat dari perspektif lain dalam smiling depression, kadang kita menolak kalau kita sedang mengalami depresi. Hal tersebut dikarenakan ego kita sendiri ataupun orang sekitar kita yang tidak atau belum bisa menerima.

Bagi sebagian orang, smiling depression mungkin jadi tameng untuk menghadapi kehidupan yang keras dan dari luar berusaha tetap tegar menjalaninya. Orang yang mengalami smiling depression terlihat sangat normal jika di depan umum.

Kalau kamu tahu Joker dalam karakter DC, seperti itulah penggambarannya. Ia terlihat aktif, ceria, optimis, dan memiliki kehidupan sosial sama seperti orang normal.

6. Dampak buruknya yaitu bunuh diri

6 Fakta Unik Smiling Depression, Tersenyum untuk Menutupi Depresi

Dampak buruk dari smiling depression ialah ia tampak begitu aktif dan berenergi, padahal mengalami depresi berat. Dikhawatirkan, energinya digunakan untuk menindaklanjuti pikiran bunuh diri yang sering ia pikirkan.

Nah, itu dia pembahasan tentang smiling depression. Ada baiknya kamu bercerita kepada orang lain jika kamu sedang mengalami masalah. Hindari juga berbagai asumsi seperti hidup kita menyulitkan orang lain dan gak berguna di dunia ini.

Daripada energimu terkuras untuk memikirkan berbagai asumsi tersebut, ada baiknya digunakan untuk melakukan hal-hal yang kamu suka, ya!

0 komentar:

Posting Komentar

Related image