Powered By Blogger

Selasa, 24 November 2020

6 Fakta Terkait Perang Singkat Zanzibar, Hanya Berlangsung 38 Menit


Peperangan merupakan suatu kejadian yang tentunya tidak diharapkan oleh siapapun. Apalagi, perang tentunya identik dengan berjatuhannya korban jiwa.Tak sedikit konflik bersenjata di dunia yang telah dicatat dalam sejarah. 

Perang biasanya berlangsung dalam waktu yang cukup lama, bahkan hingga bertahun-tahun lamanya. Akan tetapi, ada beberapa perang yang berlangsung secara singkat. Salah satunya adalah perang Inggris-Zanzibar yang menjadi perang tersingkat di dunia dengan hanya berlangsung kurang dari 40 menit. Berikut ini adalah 6 fakta dibalik perang singkat Zanzibar !

1. Perang ini berlangsung pada 27 Agustus 1896  


Konflik singkat Inggris-Zanzibar yang terjadi antara Britania Raya dan Kesultanan Zanzibar terjadi pada tanggal 27 Agustus 1896. Konflik ini berlangsung selama 38 menit, sehingga tercatat sebagai perang tersingkat sepanjang sejarah.

2. Zanzibar sendiri merupakan negara kepulauan di Afrika Timur  


Kepulauan Zanzibar yang menjadi lokasi peperangan singkat antara Inggris dan Kesultanan Zanzibar, merupakan sebuah daerah administratif semi otonom dari Republik Tanzania di Afrika bagian timur.

Memiliki sisi sejarah yang cukup kelam, faktanya Zanzibar justru menyimpan sejuta pesona keindahan alamnya terutama pantainya.Tak hanya itu, Zanzibar juga dikenal sebagai kepulauan yang kaya akan rempah-rempahnya, lho.

3. Cerita dimulai sejak penandatanganan perjanjian Heligoland-Zanzibar   


Penandatanganan perjanjian Heligoland-Zanzibar antara Inggris dan Jerman pada 1890, membagi pengaruh kedua negara besar itu di Afrika Timur.

Dalam perjanjian tersebut disepakati bahwa Zanzibar akan diserahkan kepada Inggris sementara Jerman diberi kendali atas daratan Tanzania.

Dengan perjanjian tersebut, maka Inggris mendeklarasikan Zanzibar menjadi wilayah protektoratnya dan berencana untuk menempatan sultan boneka di kawasan tersebut.

4. Konflik bermula setelah kematian Sultan Hamad bin Thuwaini yang pro-Inggris 


Pada 1893, Hamad bin Thuwaini yang menjadi pendukung setia Inggris mendapatkan tahta sebagai Sultan Zanzibar.

Selama tiga tahun berkuasa, pemerintahan Hamad berlangsung relatif damai. Hingga pada 25 Agustus 1896, dia tiba-tiba meninggal dunia.

Meski penyebab kematian Hamad belum terungkap sepenuhnya, akan tetapi banyak yang meyakini jika Hamad tewas di tangan sepupunya sendiri, Khalid bin Barghash dengan cara diracun.

5. Sultan Khalid yang menduduki tahta tanpa seijin Inggris, disinyalir jadi penyebab terjadinya perang  


Selepas kematian Hamad bin Thuwaini, Khalid bin Bargash yang merupakan sepupunya memasuki istana dan mengambil posisi Sultan, tanpa persetujuan dari Kerajaan Inggris. Bukan tanpa alasan, Inggris tak menginginkan tahta Zanzibar diduduki Khalid sebab ia tak seperti Hamad yang pro terhadap Inggris.

Inggrispun menjadi berang dan Basil Cave yang merupakan diplomat senior Inggris di wilayah itu, langsung mendesak Khalid supaya membatalkan niatnya menduduki tahta Zanzibar. Akan tetapi, Khalid mengabaikan peringatan tersebut dan justru mengumpulkan para prajurit terlatih di sekitar istananya. Akibatnya, perangpun menjadi tak terhindarkan. Namun, perang tersebut juga berlangsung amat singkat, yaitu hanya sekitar 38 menit.

6. Berjatuhannya korban dengan kemenangan di pihak Inggris


Meski perang ini berlangsung sangat singkat, tetapi korban yang berjatuhan cukup banyak, yakni sekitar 500 prajurit Khalid tewas atau terluka. Sedangkan satu prajurit Inggris terluka akibat peperangan ini. Akan tetapi, Inggris berhasil memenangkan perang singkat ini.

Itulah beberapa fakta di balik terjadinya perang singkat Anglo-Zanzibar yang hanya memakan waktu 38 menit. Jauh lebih lama waktu yang dibutuhkan untuk menggaet hati calon mertua.

0 komentar:

Posting Komentar

Related image