Powered By Blogger

Rabu, 18 November 2020

Anti Gempa, Ini Fakta Unik Rumah Adat Suku Sasak di Lombok

Dalam dua pekan terakhir, Pulau Lombok, Propinsi Nusa Tenggara Barat, telah dilanda gempa dengan kekuatan dahsyat. Sejumlah rumah dan bangunan mengalami kerusakan yang cukup parah. Tapi, tahukah kamu bahwa rumah adat suku Sasak terbukti tahan terhadap guncangan tersebut? Berikut Informasinya!

1. Rumah tangguh di desa adat Sasak sudah berumur 10 abad


Di Pulau Lombok, terdapat enam desa yang masih mempertahankan adat istiadat nenek moyang suku Sasak. Keenam desa adat tersebut tidak mengalami kerusakan meski gempa yang mengguncang Pulau Lombok terjadi lebih dari 130 kali. Padahal, desa adat Sasak telah ada sejak 10 abad yang lalu. Salah satunya yaitu Desa Sade yang merupakan peninggalan nenek moyang dari tahun 1038 M.

2. Rumah warisan leluhur ini dibangun dengan formula anti gempa


Rumah adat Sasak merupakan hasil pemikiran para leluhur yang kemudian menjadi bagian dari kebudayaan mereka. Untuk membangun sebuah rumah, suku Sasak memanfaatkan bahan-bahan sederhana dan tepat guna.

Agar kokoh, fondasi dan lantai rumah dibuat dari tanah liat yang dicampur dengan kotoran kerbau. Lalu, dinding dan atap rumah terdiri dari bahan yang cukup ringan yaitu anyaman bambu (bedhek) dan daun alang-alang. 

3. Meski bahan bakunya cukup ringan, tapi struktur rumah Sasak kuat


Agar tahan terhadap guncangan, rumah adat Sasak ditopang oleh balok penyangga dari bambu yang dikaitkan menggunakan sistem sambung pasak. Selain itu, rumah adat ini juga dibuat rendah dengan satu pintu utama dan jendela. Dengan demikian, rumah tersebut tidak mudah roboh. 

4. Selain tidak mudah roboh, rumah adat Sasaj juga nyaman

Yang terpenting dari sebuah rumah adalah kenyamanannya. Rumah adat Sasak memiliki sirkulasi udara yang cukup baik sebab dindingnya terbuat dari anyaman bambu. Hal ini akan membuat penghuninya tetap merasa sejuk meski berada di dalam rumah. 

Hebat ya warisan leluhur kita ini. Makanya jangan sepelekan nasihat orangtua ya!

0 komentar:

Posting Komentar

Related image