Powered By Blogger

Senin, 23 November 2020

Wajib Tahu! 5 Fakta Sains Mengenai Pergerakan Bumi di Tata Surya

Bumi adalah sebuah planet tempat kita menjalani kehidupan. Dengan komposisi udara, iklim, alam, dan keberadaan air yang melimpah, menjadikan Bumi layak ditinggali oleh berbagai macam organisme. Namun, ada satu hal yang juga tak kalah pentingnya bagi keberlangsungan kehidupan di Bumi, yakni pergerakan Bumi.

Yup, sama dengan planet-planet lainnya, Bumi juga memiliki pergerakan yang diatur sesuai dengan hukum alam. Nah, kali ini kita akan mempelajari tentang pergerakan Bumi dan segala hal yang berkaitan dengan pergerakan tersebut. Disimak, ya!

1. Rotasi Bumi ke timur


Salah satu jenis pergerakan Bumi adalah rotasi Bumi. Secara sederhana, rotasi Bumi dapat diartikan sebagai gerakan planet Bumi yang berputar pada sumbu atau porosnya. Laman Live Science menulis bahwa perputaran Bumi pada porosnya sudah terjadi sejak 4,6 miliar tahun lalu, yakni pada fase awal terbentuknya Bumi.

Rotasi Bumi bergerak dari barat ke timur dan sistem rotasi Bumi ini dinamakan dengan prograde, yakni gerakan yang searah dengan arah objek angkasa lainnya. Nah, akibat rotasi Bumi yang berputar ke timur, Bumi bisa mengalami efek pergantian waktu siang dan malam.

Mengapa rotasi Bumi mengarah ke timur dan bukan sebaliknya? Itu karena gerakan inti Bumi sangat dipengaruhi oleh medan magnetik Bumi. Inti Bumi merupakan bagian dalam Bumi yang terdiri dari logam solid. Menurut studi dan penelitian geologi, inti Bumi diselubungi oleh lapisan atau cairan logam.

Nah, karena adanya logam solid dalam inti Bumi, medan magnetik Bumi akan mendorong inti Bumi ke arah timur dan bukan sebaliknya. Tentunya, kamu masih ingat dengan pelajaran SMP mengenai cara kerja dari magnet, bukan? Yup, gaya elektromagnetik yang begitu besar dalam inti Bumi mampu menggerakkan Bumi akibat pengaruh medan magnetik Bumi.

Tahukah kamu berapa kecepatan perputaran Bumi pada porosnya? Selama ini, Bumi berputar dengan kecepatan 1.600 kilometer per jam pada garis ekuator. Namun, kok kita gak pusing, ya? Itu karena kita dan segala isi di Bumi juga bergerak mengikuti perputaran Bumi. Sama saja jika kamu naik pesawat, kamu masih dapat membaca buku dengan santai karena kamu juga ikut menumpang di pesawat dengan kecepatan yang sama.

2. Revolusi Bumi mengelilingi Matahari


Selain berotasi, Bumi ternyata juga mengalami revolusi. Jika rotasi adalah pergerakan berputar pada porosnya, revolusi dapat diartikan sebagai perputaran Bumi mengelilingi Matahari. Tidak hanya Bumi, semua planet di tata surya kita juga mengalami revolusi dan bergerak mengelilingi Matahari sesuai dengan orbitnya masing-masing.

Orbit Bumi yang mengelilingi Matahari berbentuk agak sedikit oval, dicatat dalam laman sains Geography. Dampak dari bentuk orbit Bumi yang oval adalah perbedaan jarak dari Bumi ke Matahari setiap musimnya. Itu sebabnya, ada waktu-waktu tertentu saat posisi Bumi sedikit lebih dekat dengan Matahari dibandingkan waktu lainnya.

Namun, perbedaan jarak tersebut hanya bervariasi sebanyak 3 persen karena orbit Bumi masih cenderung berbentuk lingkaran. Bumi mengalami revolusi yang mengarah berlawanan dengan jarum jam jika dilihat dari luar angkasa tepat di atas Kutub Utara. Adanya hukum alam mengenai gerakan revolusi planet pada orbitnya masing-masing membuat tata surya dapat tersusun dengan sempurna tanpa saling bertabrakan.

Dilansir laman sains Phys, kecepatan orbit Bumi dalam mengelilingi Matahari adalah 108 ribu kilometer per jam. Kalau dikalkulasikan dengan kecepatan konstan seperti itu, Bumi dapat menempuh jarak putaran sepanjang 940 juta kilometer dalam sekali orbit. Nah, jika diukur secara waktu, sekali revolusi Bumi adalah 365,242199 hari Matahari. Itu sebabnya, dalam kalender modern ada kalender kabisat, yakni penambahan hari setiap 4 tahun sekali.

3. Pergerakan lempeng tektonik Bumi


Lempeng tektonik merupakan salah satu fitur dan bagian dari Bumi yang sangat unik. Lapisan dari Bumi tersebut bertanggung jawab terhadap berbagai macam kejadian alam yang berhubungan dengan permukaan Bumi, misalnya bencana alam gunung meletus atau gempa bumi.

National Geographic dalam lamannya menjelaskan bahwa Bumi terdiri dari banyak lempengan dan itu semua bisa bergerak kapan saja. Nah, pergerakan lempeng tektonik akan menimbulkan pergeseran, retakan, pecahan, bahkan patahan pada permukaan Bumi.

Mengapa lempeng tektonik dapat bergerak secara masif? Hal ini diakibatkan oleh gerakan di wilayah atas inti Bumi yang berwujud cair, panas, dan tidak stabil. Nah, lempeng-lempeng yang ada di atas cairan inti Bumi tersebut juga akan terdampak dan selalu bergerak kapan saja.

Dalam banyak kasus, gerakan lempeng Bumi terukur sangat lambat sehingga tidak dirasakan oleh manusia. Namun, dalam kasus-kasus tertentu, gerakan bisa sangat masif dan membahayakan kehidupan di atas permukaan Bumi. Gunung meletus, gempa bumi, dan tsunami hanya bagian kecil dari dampak pergerakan lempeng tektonik.

4. Bagaimana jika Bumi tidak bergerak sama sekali?


Bagaimana jika Bumi tidak bergerak sama sekali? Para ilmuwan dan kalangan akademisi sepakat bahwa berhentinya rotasi dan revolusi Bumi bisa berdampak kehancuran permukaan Bumi secara total, seperti diulas dalam laman NASA. Jika Bumi berhenti bergerak dan berputar, segala hal yang ada di permukaan Bumi akan melayang dan menghantam atmosfer Bumi.

Mungkin pertanyaan ini terdengar konyol. Namun, pertanyaan kritis ini memang layak untuk ditanyakan mengingat Bumi bisa mengalami hal buruk dalam kurun waktu miliaran tahun ke depan. Kalau Bumi berhenti berotasi secara bertahap, mungkin kehidupan di Bumi tidak langsung musnah. Dalam hal ini, ada bagian Bumi yang tentunya mengalami siang sepanjang waktu. Di lain sisi, ada bagian Bumi yang mengalami malam sepanjang waktu.

Dampak berikutnya juga tak kalah mengerikan, yakni rusaknya medan magnetik Bumi. Dengan kerusakan medan magnetik, sebuah planet tak akan dapat terhindar dari berbagai macam radiasi dari luar angkasa dan itu akan memusnahkan semua organisme di planet tersebut.

5. Suara misterius yang kadang terdengar diperkirakan sebagai suara gerakan Bumi

https://youtu.be/_bnU6K1y468

Beberapa kali Bumi mengeluarkan suara aneh yang sulit untuk diidentifikasi oleh kalangan ilmuwan. Namun, sebagian besar ilmuwan meyakini bahwa suara aneh tersebut berasal dari gerakan Bumi. Video di atas adalah salah satu jenis suara Bumi yang direkam menggunakan alat rekam yang sangat sensitif.

Kalau kamu berada di tanah lapang yang sangat sepi, misalnya, ada kemungkinan kamu bisa mendengarkan suara jenis lain dari Bumi. Ilmuwan menamakan suara tersebut sebagai suara hum, yakni suara mirip gema dan seolah sedang bersenandung. Live Science dalam lamannya mencatat bahwa Bumi memang mengeluarkan gemuruh yang hanya dapat didengar oleh alat khusus.

Suara gemuruh atau hum tersebut bisa saja terdengar di telinga yang sensitif pada saat berada di wilayah terbuka yang sangat amat sepi. Beberapa para ahli sepakat bahwa gerakan inti Bumi hingga dasar lautan menciptakan sebuah suara yang terdengar mirip dengan dengungan.

Ada juga studi terbaru mengenai gerakan lempeng Bumi di dasar samudra yang menyebabkan suara gemuruh tersebut. Namun, apa pun itu, ada banyak orang sepakat bahwa suara dengungan, hum, dan suara aneh lainnya memang dikeluarkan akibat gerakan Bumi.

Itulah beberapa fakta sains mengenai pergerakan Bumi, sebuah gerakan yang juga dialami oleh benda-benda angkasa lainnya. Semoga pembahasan sains kali ini dapat menambah wawasan kamu di bidang fisika dan astronomi, ya!

0 komentar:

Posting Komentar

Related image