Powered By Blogger

Kamis, 24 Desember 2020

Desa di India Akhiri Festival Diwali dengan Lempar Kotoran Sapi


Ratusan penduduk desa Gumatapura di India dengan gembira meraup kotoran sapi seperti bola salju yang kemudian akan dilemparkan satu sama lain. Kegiatan unik ini adalah festival Gorehabba, sebuah acara lokal untuk merayakan berakhirnya Diwali. 

Mirip dengan La Tomatina di Spanyol yakni perayaan melempar tomat yang dilakukan oleh penduduk lokal. Namun, penduduk desa Gumatapura melemparkan sesuatu yang lebih tak lazim, yakni kotoran sapi. 

Dilansir The Sun Daily, penduduk di salah satu desa di India percaya bahwa dewa mereka, Beereshwara Swamy lahir di dekat kotoran sapi. Beberapa umat Hindu percaya bahwa sapi dan segala sesuatu yang mereka hasilkan adalah suci dan memurnikan.  


Perdana Menteri nasionalis Hindu Narendra Modi telah mendorong perlindungan yang lebih besar terhadap hewan-hewan itu dan banyak negara bagian India telah lama melarang penyembelihan sapi untuk diambil dagingnya. 

"Orang-orang dari desa dan distrik tetangga datang untuk berpartisipasi dalam festival ini dan menikmatinya," imbuh warga setempat bernama Shambu Lingappa. 

Perayaan itu dimulai dengan pengumpulan "amunisi" dari rumah pemilik sapi di desa, yang terletak di perbatasan negara bagian selatan Karnataka dan Tamil Nadu. 


Kotoran tersebut kemudian dibawa ke kuil setempat dengan traktor yang ditarik oleh ternak yang dihiasi dengan bunga marigold, kemudian seorang pendeta akan melakukan ritual pemberkatan pada kotoran tersebut. 

Lalu, kotoran itu akan disebarkan di area terbuka, kemudian para laki-laki akan mengumpulkan kotoran itu sebagai senjata yang akan digunakan dalam pertempuran. 

Wanita dan gadis berlindung, tetapi mereka tetap berisiko terkena kotoran yang melayang tersebut. Beberapa orang mungkin menganggap acara ini kotor, tetapi bagi mereka yang merayakannya, mereka senang dengan perayaan tersebut. 

"Dengan mengangkat kotoran sapi dengan tangan, itu menyembuhkan banyak penyakit dan ada keyakinan kuat bahwa peserta tidak akan pernah sakit," seorang guru sekolah di daerah tersebut yang bernama Mahendra.

0 komentar:

Posting Komentar

Related image