Powered By Blogger

Kamis, 31 Desember 2020

Gerhana Matahari yang Mengubah Peperangan Menjadi Pernikahan Dua Kerajaan


Seakan merasa diancam oleh sesuatu yang tak terlihat, mereka memutuskan untuk segera menghentikan peperangan dan melangsungkan pernikahan. 

Gerhana Matahari yang Mengubah Peperangan Menjadi Pernikahan Dua Kerajaan

Pada abad ke-6 SM, Raja Cyaxares, penguasa Media (Iran kuno), mengizinkan pengembara Scythia (bangsa nomaden) untuk menetap di kerajaannya. Sebagai imbalan atas keramahan Cyaxares, orang-orang Scythia memberikan pelatihan memahah untuk anak laki-laki setempat.  

Namun kemudian hubungan itu memburuk. Suatu hari, Cyaxares melontarkan umpatan kepada pengembara Scythia yang tidak menghasilkan apa pun dari perburuan mereka. Tidak terima direndahkan, orang Scythia pun membunuh dan memotong salah satu anak latihnya.  

Bukan itu saja, mereka juga memasak dan memberikan daging anak itu kepada Cyaxares. Mereka berdalih jika daging itu adalah salah satu hasil buruan.  

Tentu Cyaxares mengetahui kebohongan orang-orang Scythia. Tetapi, sebelum hal ini terbongkar, orang-orang Scythia telah melarikan diri ke istana Raja Alyattes, penguasa Lydia di Sardis (Turki Barat).  

Cyaxares menjadi semakin geram karena Alyattes ternyata enggan melepaskan para pengembara nomaden. Konflik semakin memanas, hingga pecahlah peperangan antar kedua kerajaan tersebut. 

Setelah beberapa lama, ketika peperangan memasuki tahun ke-6, tiba-tiba terjadi fenomena alam mengejutkan, yang mengubah alur sejarah dua kerjaan tersebut. Sejarawan Yunani, Herodotus, menggambarkannya:  

“Siang hari seketika berubah menjadi malam,” dan kedua kerajaan yang tengah bertempur seketika ketakutan. 

Seakan merasa diancam oleh sesuatu yang tak terlihat, mereka memutuskan untuk segera melakukan gencatan senjata. Sebagai tanda perdamaian, kedua kerajaan pun menikahkan putra dari Cyaxares dan putri dari Alyattes. 

Kita pun akhirnya tahu bahwa fenomena yang dimaksud oleh Herodotus sebetulnya hanyalah gerhana Matahari. 


0 komentar:

Posting Komentar

Related image