Powered By Blogger

Selasa, 22 Desember 2020

Riset: Makanan dengan Tampilan Menarik akan Terlihat Lebih Sehat dan Mahal

Setiap hari mungkin kamu akan melihat iklan makanan dengan tampilan sempurna nan menggiurkan. Misalnya, pizza dengan daging pepperoni yang tersusun rapi, lalu ada keju meleleh di sekitarnya, atau kue dengan potongan sempurna. Tampilan ini memang dibuat untuk menarik pengunjung, tetapi presentasi itu ternyata juga dapat memengaruhi persepsi kamu terhadap makanan, lho. 

Mengutip Science Daily, sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Marketing tahun 2020 menemukan kalau ‘makanan menarik’ atau attractive food terlihat lebih sehat bagi konsumen dan dengan tampilan yang indah, orang akan memiliki kepuasan sendiri saat mengonsumsinya. Namun, pemikiran ini dapat membawa dua pemahaman berbeda tentang makanan; yaitu hanya ada makanan enak atau sehat, tetapi tidak keduanya sekaligus. 


Jurnal berjudul Pretty Healthy Food: How and When Aesthetics Enhance Perceived Healthiness yang ditulis oleh Linda Hagen ini menemukan bahwa makanan yang memiliki ‘estetika klasik’ tampak lebih alami. Ini yang membuat makanan tampak lebih sehat; karena orang cenderung menganggap hal-hal alami (makanan organik atau pengobatan alami) lebih sehat daripada hal-hal yang tidak (makanan yang diproses). Jadi, makanan dengan bahan yang sama mungkin tampak lebih sehat bila dikemas dengan menarik.  

Dengan ini, peneliti menguji orang-orang menggunakan dua makanan yang sama; satu dengan bentuk yang terlihat menarik mengikuti prinsip estetika klasik, dan satu yang tidak ‘menarik.'  

Dalam satu percobaan, peserta mengevaluasi roti panggang alpukat --sebelumnya semua orang membaca informasi bahan dan harga yang identik, tetapi mereka secara acak ditugaskan untuk melihat roti panggang alpukat yang 'cantik' atau roti panggang alpukat yang ‘jelek.’  


Terlepas dari informasi yang sama tentang makanannya, responden menilai roti bakar alpukat yang dihias menarik secara keseluruhan lebih sehat (misalnya lebih bergizi, lebih sedikit kalori), dan lebih alami dibandingkan dengan versi ‘jelek.’  

Perbedaan penilaian akan makanan sehat atau tidak juga memengaruhi perilaku konsumen. Kebanyakan orang rela mengeluarkan uang lebih banyak untuk produk yang menarik --tentunya dengan tujuan pengin hidup sehat. Memang, pembuatan makanan menarik juga dapat mendukung gaya hidup sehat --namun dengan cara yang berbeda. 

"Estetika klasik bisa menjadi cara baru, yang minim biaya dan halus, untuk menyampaikan kealamian dan kesehatan dalam produk makanan. Walau, pada saat yang sama, penyajian makanan yang menarik dapat mengubah perkiraan nutrisi dan berdampak pada keputusan diet,’ ungkap Linda.  

Dari hasil penelitian tersebut, ia pun menyimpulkan, perlu adanya penyampaian informasi terkait nutrisi yang jelas dari setiap hidangan, agar semua orang bisa menilai makanan secara objektif. Bukan sekadar dari penampilan makanan itu. Kalau kata peribahasa don't judge a book by its cover, ya. 

0 komentar:

Posting Komentar

Related image