Powered By Blogger

Rabu, 09 Desember 2020

Kenali Perbedaan Minuman Segar Cocktail dan Mocktail, Halal atau Haram?

Mengenali perbedaan minuman segar yang kerap disajikan di sebuah bar atau restoran ternyata penting, lho. Kamu tidak mau salah membeli minuman saat berkumpul bersama orang-orang terdekat, bukan? Apalagi saat mendengar nama cocktail dan mocktail, yang memiliki nama hingga tampilan mirip.  

Meskipun begitu, kedua minuman ini ternyata memiliki banyak perbedaan, lho. Sayangnya tak banyak orang yang mengetahui perbedaan keduanya. Jadi, sebelum kamu memesan salah satunya, berikut kumparan telah merangkum beberapa perbedaan dari dua minuman ini yang patut diketahui.  

Ada yang halal, ada juga yang haram

Perbedaan soal halal dan haram memang sudah sejak lama menjadi pertanyaan bagi mereka yang pengin mencoba minuman ini. Tak perlu bingung, sejatinya bila kamu tidak mengonsumsi alkohol, hindarilah memesan cocktail. Minuman ini memiliki campuran alkohol di dalamnya.  


Sebagai gantina, kamu bisa memesan mocktail yang merupakan “tiruan” dari cocktail. Mocktail, yang berasal dari bahasa Inggris “mock” artinya salinan atau tiruan, merupakan bentuk non-alkohol dari cocktail. Umumnya, mocktail (atau dikenal juga sebagai virgin cocktail) berasal dari aneka sari buah yang dicampur dengan minuman bersoda; menghasilkan rasa segar yang dapat dinikmati semua orang. 

Berbeda dengan mocktail, cocktail memiliki campuran rasa yang lebih kompleks —manis, bersoda, asam, dan pahit (biasanya dari alkohol). Umumnya, cocktail terbuat dari campuran minuman alkohol, sirup, perasa, buah, dan bahan lain. Kamu dapat menemukan brandy, whiskey, gin, vodka, hingga rum dalam minuman ini. Tak lupa, beberapa cocktail juga disajikan dengan campuran baileys, sari buah, serta simple syrup; ditambah hiasan jeruk, zaitun, ceri, garam, gula, bahkan putih telur. 

Persamaannya, kedua minuman ini disajikan dengan presentasi yang menarik. Lantaran menggunakan gelas khusus, disertai berbagai hiasan pada bibir gelas atau dalam minuman. Beberapa tempat juga meletakkan minuman ini di atas tatakan gelas berwarna-warni, menggunakan dekorasi payung, tongkat, hingga edible flower. 


Pengunjung bisa membuat cocktail sendiri di pada program The Copper Club di SKYE Foto: Safira Maharani/ kumparan

Sama-sama disajikan dengan presentasi menarik dan hanya menggunakan beberapa bahan yang berbeda, ternyata tidak semua orang mampu mencampurkan cocktail. Untuk mencampurkan cocktail, seseorang dalam hal ini bartender perlu memahami pengetahuan mixology. 

Mixology merupakan keahlian dalam mencampur beberapa jenis minuman beralkohol maupun non-alkohol. Hal ini karena setiap cocktail memiliki ukuran takaran minuman yang berbeda untuk digunakan.  

Sedangkan, untuk membuat mocktail tidak sesulit itu. Semua orang bisa membuat mocktail —bahkan kamu— dapat membuat mocktail sendiri di rumah. Cukup menggunakan shaker, blender, atau sendok untuk mengaduk, cobalah campur sirup, sari buah, dan air soda. Hal ini juga yang membuat mocktail lebih mudah ditemukan di mana-mana; bukan hanya di bar, kafe, atau hotel layaknya cocktail. 

Jadi, pilih yang mana? 

Semua kembali kepada selera setiap orang masing-masing. Banyak pilihan mocktail yang memiliki cita rasa manis dan menyegarkan. Mocktail cocok dikonsumsi saat acara kumpul bersama teman dan keluarga terdekat, membangun mood kamu menjadi lebih baik. Dan, merupakan pilihan minuman yang halal. 

Sedangkan, segelas cocktail memiliki rasa yang lebih kompleks serta merupakan salah satu pilihan minuman beralkohol. Namun, sebelum menikmati cocktail, pastikan kamu mematuhi peraturan yang berlaku, seperti sudah berusia 21 tahun ke atas, ya. 

0 komentar:

Posting Komentar

Related image